Aghniny Haque Hadapi Teror Khadam, Jadi Ibu Tunawicara yang Berjuang Selamatkan Keluarga

Aghniny Haque memerankan Melor, ibu tunawicara yang harus menghadapi sosok Khadam yang mengambil wujud menyerupai dirinya.

FILM

Redaksi Fasamedia

9/21/20263 min read

Jakarta, Fasamedia — Aghniny Haque menghadapi tantangan berbeda dalam film horor Khadam. Aktris tersebut dipercaya memerankan Melor, seorang ibu tunawicara yang harus berjuang menghadapi entitas gaib setelah mewarisi Khadam keluarganya.

Gala premiere Khadam berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2026). Film horor kolaborasi Malaysia-Indonesia ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.

Dalam cerita Khadam, Melor tinggal di tengah hutan bersama kedua anaknya. Kehidupannya yang terisolasi semakin berat setelah kematian sang ibu.

Kematian tersebut ternyata membawa konsekuensi lain. Melor harus menerima warisan berupa sesosok Khadam keluarga.

Pada awalnya, Khadam dikenal sebagai entitas yang berhubungan dengan konsep penjaga. Namun, film ini menghadirkan interpretasi yang jauh lebih gelap.

Ketika Penjaga Menjadi Ancaman

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, istilah "kodam" dapat merujuk pada jin penjaga atau pendamping spiritual. Khadam mengambil gagasan tersebut dan mengembangkannya menjadi kisah tentang hubungan manusia dengan entitas gaib yang justru dapat berubah menjadi ancaman.

Film ini diadaptasi dari folklor kepercayaan Saka di Malaysia. Entitas dalam cerita digambarkan sebagai warisan gaib turun-temurun yang memiliki keinginan untuk mendominasi.

Premis "Jangan Sampai Jadi Tuan" menjadi gambaran utama konflik film. Khadam tidak selamanya berada di bawah kendali manusia. Ketika melihat kelemahan pemiliknya, entitas tersebut justru berusaha memberontak.

Ancaman semakin besar ketika Khadam mampu mengambil wujud yang menyerupai pemiliknya. Dalam kehidupan Melor, sosok tersebut bahkan hadir sebagai kembarannya yang terlihat "lebih sempurna".

Perlahan, posisi Melor dalam keluarganya mulai terancam. Khadam berusaha mengambil kasih sayang anak-anak Melor sekaligus mengambil alih perannya sebagai nyonya rumah.

Perjuangan Melor Tanpa Dialog Verbal

Karakter Melor menjadi tantangan tersendiri bagi Aghniny Haque. Ia tidak hanya memerankan seorang ibu yang menghadapi teror, tetapi juga karakter tunawicara.

Kondisi tersebut membuat Melor tidak dapat mengandalkan komunikasi verbal ketika menghadapi situasi berbahaya. Ia harus menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dan mengandalkan insting sebagai seorang ibu.

Ancaman yang dihadapi Melor bukan hanya mengenai keselamatan dirinya. Ia harus mempertahankan kedua anaknya sekaligus berusaha merebut kembali keluarganya sebelum identitasnya hilang sepenuhnya.

Dengan latar hutan yang terisolasi, perjuangan Melor semakin personal. Ia berada dalam situasi ketika sosok yang menyerupainya justru mencoba mengambil tempatnya di dalam keluarga.

Konsep tersebut membuat konflik dalam Khadam tidak hanya berpusat pada ketakutan terhadap entitas gaib, tetapi juga pada perjuangan seorang ibu mempertahankan keluarga dan identitasnya.

Khadam Raih USD 1,3 Juta di Malaysia

Sebelum menyapa penonton Indonesia, Khadam telah lebih dahulu diputar di Malaysia sejak 11 Juni 2026.

Siaran pers menyebut film ini berhasil meraih pendapatan box office lebih dari USD 1,3 juta di Malaysia. Film tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Kamboja dan Singapura.

Khadam juga dijadwalkan hadir di Hong Kong dan Macau pada Oktober 2026.

Film ini mengandalkan pembangunan atmosfer secara perlahan, bukan hanya jumpscare. Pendekatan tersebut mendapat respons dari penonton dan turut memunculkan ulasan positif di Letterboxd.

"Film yang sungguh luar biasa. Salah satu film terbaik tahun ini. Menyayat hati, mengerikan, dan indah sekaligus," tulis salah satu komentar di platform tersebut.

Komentar lainnya menyebut Khadam sebagai film horor yang menghadirkan ketegangan nyata serta rasa gelisah yang terus meningkat.

Kolaborasi Dua Negara

Khadam merupakan produksi Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studio dari Indonesia.

Film ini disutradarai Shamyl Othman dengan naskah karya Fariza Azlina. Proyek tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra internasional, termasuk Sil-Metropole Organisation, Applause Entertainment, Golden Screen Cinemas, dan Primeworks Studios.

Ahmad Izham Omar mengatakan kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk membawa cerita yang bersifat universal kepada penonton Indonesia.

"Kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan teman-teman dari Indonesia dalam Khadam. Cerita Khadam adalah cerita yang universal dan bisa dinikmati siapa saja, dan kami sangat bangga bisa membawa film kolaborasi ini ke bioskop Indonesia," ujarnya.

Charles Gozali juga berharap lebih banyak kerja sama serupa terjadi di masa mendatang.

"Saya rasa perlu ada lebih banyak kolaborasi antarnegara seperti dalam film Khadam, demi industri perfilman yang lebih sehat dan karya-karya yang semakin fresh," tegasnya.

Selain Aghniny Haque, film ini dibintangi Datuk Remy Ishak sebagai Awang, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan June Lojong. Khadam tayang di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda