Babak Baru Perfilman Indonesia, Tiga Asosiasi Produser Resmi Bersatu

Persatuan tiga asosiasi produser film menjadi langkah besar dalam membangun industri yang lebih kuat, transparan, dan berdaya saing global.

ENTERTAINMENT

Redaksi Fasamedia

5/2/20262 min read

Jakarta, Fasamedia – Dunia perfilman Indonesia mencatat sejarah baru dengan terbentuknya Forum Produser Film Indonesia. Forum ini menjadi wadah persatuan tiga asosiasi besar produser film yang selama ini berjalan secara terpisah.

Persatuan tersebut melibatkan PPFI, APROFI, dan APFI yang kini sepakat untuk bergerak bersama dalam satu visi. Langkah ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi penting dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

Forum ini dibentuk sebagai ruang diskusi strategis yang berkelanjutan. Tujuannya adalah membahas berbagai isu penting, mulai dari regulasi hingga penguatan ekosistem industri film nasional.

Dalam pertemuan perdananya, forum ini langsung melahirkan dokumen penting berupa Manifes Produser Film Indonesia. Dokumen tersebut menjadi pijakan awal dalam menentukan arah kebijakan dan perkembangan industri ke depan.

Salah satu poin utama dalam manifes tersebut adalah penegasan peran produser sebagai motor utama industri. “Produser adalah lokomotif pembangunan industri yang harus menjadi mitra utama pemerintah dalam perumusan kebijakan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Forum juga menyoroti pentingnya sistem industri yang transparan dan akuntabel. Penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir dianggap sebagai langkah krusial untuk menciptakan industri yang sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, standar pembiayaan yang adil menjadi perhatian utama. Hal ini dinilai penting agar seluruh pelaku industri memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan peluang produksi.

Kolaborasi menjadi kata kunci dalam forum ini. Ketiga asosiasi sepakat untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat kerja sama demi kepentingan bersama.

Forum juga mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap industri film. Mereka meminta agar film diakui sebagai sektor strategis nasional karena kontribusinya terhadap ekonomi kreatif dan diplomasi budaya.

“Negara perlu hadir melalui insentif dan perlindungan distribusi agar ruang tumbuh industri tetap sehat,” menjadi salah satu seruan penting dalam manifes tersebut.

Sebagai bagian dari modernisasi industri, forum ini berencana membangun database perfilman nasional. Data ini akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis fakta.

Forum juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap pekerja film. Prinsip profesionalisme, meritokrasi, dan etika kerja menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas industri.

Dalam sikap tegasnya, forum menolak praktik monopoli yang dapat merugikan industri. Mereka juga menentang pola bisnis yang tidak seimbang karena dapat menghambat pertumbuhan sektor ini.

Di sisi lain, forum tetap mendorong inovasi dan kreativitas. Keragaman budaya Indonesia dinilai sebagai kekuatan utama yang dapat menjadi identitas di pasar global.

Forum ini juga menyerukan penguatan lembaga perfilman nasional agar memiliki peran lebih aktif sebagai pelaksana kebijakan. Pembentukan Forum Produser Film Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa industri film nasional sedang menuju arah yang lebih modern. Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi, industri ini diharapkan mampu bersaing di tingkat internasional.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.