Baskara Mahendra Jadi Letnan Soegeng di Film Lobang Buaya, Bongkar Misteri Pembunuhan Berantai
Baskara Mahendra memerankan Letnan Soegeng, perwira yang ditugaskan mengungkap pembunuhan berantai para pejabat desa. Namun semakin dalam ia menyelidiki, semakin besar pula ancaman yang dihadapinya.
FILM


Jakarta, Fasamedia — Baskara Mahendra mendapat tantangan baru lewat film horor-misteri Lobang Buaya. Dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo tersebut, Baskara memerankan Letnan Soegeng, seorang perwira militer yang harus mengungkap rangkaian pembunuhan misterius di sebuah desa pada 1964.
Menjelang penayangan di bioskop pada 1 Oktober 2026, Adhya Pictures dan Dapur Film merilis final trailer serta poster terbaru Lobang Buaya. Materi promosi terbaru itu memberikan gambaran lebih jauh mengenai konflik yang akan dihadapi Soegeng sepanjang film.
Kisah bermula dari serangkaian kematian misterius yang menimpa para pejabat Desa Lobang Buaya. Pembunuhan tersebut tidak terjadi secara acak. Para korban diketahui merupakan pejabat desa yang digambarkan korup.
Ada pula pola waktu yang membuat kasus tersebut semakin sulit dijelaskan. Kematian para pejabat selalu terjadi pada tanggal 30 setiap bulannya. Setelah ditemukan, jasad para korban memperlihatkan kondisi yang mengerikan, termasuk punggung berlubang dan sayatan pada kulit yang membentuk kata-kata seperti “Goroh” dan “Kemaruk”.
Kata-kata tersebut memiliki makna “dusta” dan “serakah”, sehingga kematian para pejabat seolah membawa pesan tertentu. Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi misteri yang menghubungkan pembunuhan dengan desas-desus mengenai Hantu Bolong serta praktik okultisme melalui Kitab Ghayat al-Hakim.
Dalam situasi tersebut, Letnan Soegeng ditugaskan untuk memimpin investigasi. Ia diharapkan dapat menemukan jawaban mengenai siapa yang berada di balik pembunuhan berantai tersebut.
Namun, penyelidikan justru membawa Soegeng ke situasi yang semakin rumit. Ia tidak hanya harus mencari bukti dan memahami pola kematian para korban, tetapi juga berhadapan dengan intrik kelompok elite yang berusaha menutupi kebusukan mereka.
Masalah semakin personal ketika teror gaib mulai mendekati Arum Wangi, istri Soegeng yang diperankan Carissa Perusset. Dengan demikian, penyelidikan yang awalnya merupakan tugas profesional perlahan ikut mengancam kehidupan pribadi Soegeng.
Baskara Mahendra menjelaskan bahwa salah satu daya tarik film ini adalah bagaimana penonton diajak mengikuti proses penyelidikan bersama karakter yang diperankannya.
“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk 'mencari dalang' di balik misteri pembunuhan berantai ini. Dari setiap petunjuk yang ditemukan dan setiap korban yang berjatuhan, penonton diajak mengikuti perjalanan yang nggak cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya: siapa sebenarnya yang paling berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara.
Pernyataan tersebut menggambarkan posisi penonton dalam cerita. Alih-alih hanya menyaksikan teror, penonton juga diajak menyusun berbagai petunjuk dan mempertanyakan hubungan antara para korban, kekuasaan, serta kemunculan teror misterius.
Hanung Bramantyo sebagai sutradara juga menempatkan persoalan ketidakadilan sebagai salah satu gagasan penting dalam film. Meski menggunakan latar masa lampau, ia menyebut Lobang Buaya sebagai karya fiksi yang mencoba melihat kembali keresahan masyarakat pada masa 1960-an dan menghubungkannya dengan persoalan yang masih dirasakan hingga kini.
“Ketika dapat kesempatan untuk menggarap cerita ini, saya melihat kembali: apa yang dirasakan masyarakat Indonesia pada masa 1960-an yang masih kita rasakan sampai sekarang? Jawabannya adalah ketidakadilan. Melalui cerita ini, saya ingin menunjukkan bagaimana kita sebagai masyarakat seringkali dicurangi oleh ketidakadilan mereka yang berkuasa,” tegas Hanung.
Selain Baskara Mahendra dan Carissa Perusset, Lobang Buaya juga menghadirkan Iskak Khivano, Anya Zen, serta aktor senior Mathias Muchus.
Sebelum tayang di bioskop Indonesia, film ini telah diperkenalkan melalui festival internasional. Lobang Buaya mencatatkan World Premiere di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 dan kemudian mendapat perhatian di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026, Korea Selatan. Pemutaran di BIFAN disebut sold out. Kini, misteri tentang siapa dalang di balik pembunuhan para pejabat desa tersebut akan dibawa ke layar bioskop Indonesia.
Film Lobang Buaya dijadwalkan tayang serentak mulai 1 Oktober 2026. Penonton dapat mengikuti informasi terbaru mengenai film melalui akun Instagram @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Informasi
Berita, event, kuliner, entertainment terkini
Kontak
fasamediainformasi@gmail.com
+6285816161601
