Debut Horor Saputra Kori di 402 Rumah Sakit Angker Korea, Akui Jalani Syuting Paling Ekstrem Sepanjang Karier

Saputra Kori mengungkap pengalaman paling menantang selama membintangi 402 Rumah Sakit Angker Korea. Selain harus menjadi aktor sekaligus kameramen, ia juga menjalani proses syuting dengan konsep unik yang membuat para pemain benar-benar merasakan suasana mencekam

FILM

Redaksi Fasamedia

7/5/20263 min read



Fasamedia – Saputra Kori akan memperlihatkan kemampuan aktingnya dalam film horor terbaru 402 Rumah Sakit Angker Korea (402 RSAK). Film produksi MD Pictures bersama Umbara Brothers Films tersebut merupakan remake resmi dari film horor fenomenal asal Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum, yang sukses mencuri perhatian penonton dunia berkat konsep found footage yang menegangkan.

Disutradarai Anggy Umbara, 402 Rumah Sakit Angker Korea menghadirkan cerita tentang enam kreator konten yang nekat melakukan eksplorasi ke sebuah rumah sakit terbengkalai yang dikenal memiliki sejarah kelam. Berbekal kamera dan ambisi mengejar konten viral, perjalanan mereka berubah menjadi pengalaman mengerikan ketika satu per satu kejadian di luar nalar mulai menghantui.

Film ini juga menjadi langkah baru bagi Saputra Kori di industri perfilman Indonesia. Kreator konten dengan lebih dari 20 juta pengikut di TikTok itu dipercaya memerankan karakter Adit, seorang kameramen yang menjadi bagian dari tim pemburu hantu.

Meski profesinya di dalam film masih berkaitan dengan dunia konten digital, Kori menegaskan bahwa karakter Adit sama sekali tidak mencerminkan kepribadiannya.


Memainkan Sosok yang Jauh dari Karakter Asli

Selama ini publik mengenal Saputra Kori sebagai sosok yang santai, ramah, dan jarang terlibat konflik melalui berbagai unggahan di media sosial. Namun dalam film ini, ia justru diminta memerankan karakter yang usil, keras kepala, bahkan sering memancing keributan di dalam kelompok. Perubahan karakter tersebut menjadi tantangan terbesar yang harus ia hadapi selama proses produksi.

"Justru ini jadi tantangan buatku, karena di sini aku harus memerankan bentuk konten kreator yang 180 derajat dengan aku. Jujur di film ini kalian akan melihat sisi Saputra Kori yang beda banget," ujar Kori.

Menurutnya, memerankan karakter yang berlawanan dengan sifat asli membuat dirinya harus lebih mendalami emosi, ekspresi, hingga cara berbicara agar penonton benar-benar percaya dengan sosok Adit.


Konsep Syuting Berbeda dari Film Horor Lain

Tidak hanya menawarkan cerita yang mencekam, 402 Rumah Sakit Angker Korea juga mengusung konsep produksi yang tidak biasa.
Untuk menjaga kesan realistis, hampir seluruh adegan direkam menggunakan kamera yang dioperasikan langsung oleh para pemain. Dengan cara tersebut, gambar yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan sensasi seolah penonton ikut berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit angker bersama para karakter.

Konsep ini membuat para pemain harus bekerja dua kali lebih keras. Selain berakting, mereka juga bertanggung jawab mengoperasikan kamera selama adegan berlangsung.
Saputra Kori mengungkapkan bahwa setiap pemain membawa camera rig dengan bobot sekitar lima kilogram sepanjang proses syuting.

"Di sini aku ga cuma jadi aktor, tapi jadi cameraman juga. Setiap pemain diberikan rig kamera yang beratnya sekitar 5 kg, dan kami harus pakai itu sepanjang syuting. Ini pengalaman syuting paling unik yang pernah kualami," ungkapnya.

Menurut Kori, membawa kamera selama berjam-jam sambil tetap menjaga fokus akting menjadi tantangan fisik yang tidak ringan. Ia harus memastikan pengambilan gambar tetap stabil meski adegan dilakukan dalam kondisi gelap, sempit, hingga penuh kepanikan.


Dibiarkan Sendirian Demi Reaksi yang Natural

Keseriusan tim produksi dalam menghadirkan suasana horor juga terlihat dari metode pengambilan gambar yang diterapkan selama syuting. Alih-alih terus didampingi kru, para pemain justru diminta memasuki lokasi syuting tanpa kehadiran sutradara maupun tim produksi di sekitar mereka. Langkah tersebut dilakukan agar setiap ekspresi takut yang muncul benar-benar alami.

"Karena konsepnya penelusuran, kami para cast memang ditinggal sendirian di lokasi syuting. Mas Anggy dan tim lainnya ada di tenda yang lokasinya di luar rumah sakit, dan kami berenam harus melakukan penelusuran ini sendirian," kata Kori.

Set rumah sakit yang dibangun khusus untuk film ini disebut memiliki atmosfer menyeramkan. Pencahayaan minim, lorong-lorong panjang, hingga suasana sunyi membuat para pemain benar-benar merasakan ketegangan selama proses syuting berlangsung. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan adegan-adegan yang terasa lebih hidup karena seluruh reaksi pemain muncul secara spontan.


Siap Hadirkan Pengalaman Horor Berbeda

Melalui kombinasi konsep found footage, teknik pengambilan gambar POV, serta metode syuting yang ekstrem, 402 Rumah Sakit Angker Korea diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi pecinta film horor Indonesia.
Bagi Saputra Kori, film ini menjadi pembuktian bahwa dirinya mampu keluar dari zona nyaman sebagai kreator konten dan menjajal tantangan baru di dunia seni peran.

Dengan totalitas yang ditunjukkan selama proses produksi, penampilannya sebagai Adit menjadi salah satu hal yang paling dinantikan penonton.

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Penonton akan diajak mengikuti perjalanan enam kreator konten yang perlahan menyadari bahwa ambisi mengejar popularitas dapat membawa mereka pada teror yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda