Dipaksa Pulang Kampung demi Ambisi Politik Ayah, Daniel Justru Menemukan Cinta dan Jati Diri

Dipaksa pulang ke kampung halaman demi ambisi politik sang ayah, Daniel justru menemukan perjalanan hidup yang tak terduga. Bersama Uli, ia mulai mengenal akar budaya Batak, dinamika keluarga, hingga benih-benih cinta di tengah pesona Danau Toba.

FILM

Redaksi Fasamedia

10/6/20264 min read

Jakarta, Fasamedia – Perjalanan pulang ke kampung halaman tidak selalu menjadi pengalaman sederhana. Ada kenangan, hubungan keluarga, hingga identitas budaya yang terkadang baru disadari setelah seseorang kembali ke tempat asalnya. Kisah tersebut menjadi benang merah film musikal Batak terbaru produksi Imajinari, Pulang Kampung.

Disutradarai sekaligus ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk, film ini menghadirkan cerita tentang Daniel, seorang pemuda Batak yang harus meninggalkan kenyamanan hidupnya di Jakarta untuk kembali ke tanah leluhur di kawasan Danau Toba.

Film Pulang Kampung dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 26 November 2026. Menggabungkan drama keluarga, komedi, romansa, musik, dan budaya Batak, film ini menawarkan kisah yang dekat dengan persoalan identitas dan hubungan antargenerasi.

Daniel, Pemuda Urban yang Harus Kembali ke Tanah Leluhur

Daniel merupakan pemuda Batak yang lahir dan besar di Jakarta. Kehidupan perkotaan membentuk cara pandangnya sehingga ia tidak terlalu akrab dengan adat istiadat dan tradisi yang menjadi bagian dari latar belakang keluarganya. Namun, kehidupan Daniel berubah ketika sang ayah memiliki ambisi politik yang mengharuskannya maju sebagai calon anggota legislatif. Demi memenuhi keinginan tersebut, Daniel diwajibkan pulang ke kampung halaman keluarganya di kawasan Danau Toba.

Keputusan itu menjadi awal dari perjalanan yang tidak pernah benar-benar ia rencanakan. Daniel harus beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi keluarga besar, serta mengenal kembali kebudayaan yang selama ini terasa jauh dari kehidupannya.

Konflik tersebut menjadi pintu masuk bagi film untuk membicarakan hubungan antara anak dan orang tua, terutama ketika keinginan keluarga tidak selalu sejalan dengan kehidupan yang ingin dijalani seorang anak. Di balik persoalan ambisi politik sang ayah, terdapat pertanyaan yang lebih mendasar mengenai hubungan Daniel dengan akar budayanya sendiri.

Uli Membantu Daniel Mengenal Budaya Batak

Dalam perjalanan tersebut, Daniel bertemu dengan Uli, sepupunya yang memiliki peran penting dalam proses adaptasinya di kampung halaman. Uli membantu Daniel memahami berbagai hal yang sebelumnya terasa asing, mulai dari kehidupan keluarga besar hingga adat istiadat masyarakat Batak.

Pertemuan keduanya menjadi bagian penting dalam perkembangan cerita. Melalui interaksi dengan Uli, Daniel tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kebudayaan leluhurnya, tetapi juga mulai melihat kampung halaman dari sudut pandang berbeda.

Hubungan mereka turut menghadirkan unsur romansa yang berkembang di tengah dinamika keluarga dan kehidupan masyarakat sekitar Danau Toba.

Keindahan alam Sumatera Utara menjadi latar perjalanan keduanya. Namun, daya tarik cerita bukan semata-mata terletak pada panorama alam, melainkan juga pada proses Daniel memahami bahwa kampung halaman merupakan bagian dari identitas yang tidak bisa begitu saja dilepaskan.

Terinspirasi Perjalanan Hidup Viky Sianipar

Di balik kisah fiktif Daniel dan Uli, terdapat inspirasi dari perjalanan hidup musisi legendaris Viky Sianipar. Bene Dion Rajagukguk mengembangkan cerita yang berangkat dari hubungan kompleks Viky dengan sang ayah. Relasi tersebut memiliki pengaruh terhadap perjalanan Viky dalam menemukan kembali dan mendalami akar budaya Batak. Meski mengambil inspirasi dari kisah nyata, karakter dalam film telah diubah menjadi tokoh fiktif untuk kepentingan dramatisasi.

Ide proyek Pulang Kampung sendiri telah dikembangkan sejak 2022. Proses panjang tersebut memperlihatkan keseriusan Bene Dion dalam menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa identitas budaya daerah ke layar lebar.

Film ini diproduksi secara independen oleh Imajinari, tanpa pesanan maupun dukungan pendanaan pemerintah. Misi utamanya adalah memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Sumatera Utara kepada masyarakat luas.

Axelo Nababan dan Vanessa Zee Jalani Debut Layar Lebar

Untuk menghidupkan cerita, Pulang Kampung mempertemukan sejumlah talenta berdarah Batak dengan musisi senior nasional. Axelo Nababan dipercaya memerankan Daniel, sedangkan Vanessa Simorangkir atau Vanessa Zee memerankan Uli. Keduanya merupakan jebolan Indonesian Idol yang menjalani debut akting layar lebar melalui film ini.

Selain mereka, terdapat Rita Matu Mona sebagai Oppung Dio, Paulus Simangunsong sebagai Pak Daniel, dan Lea Simanjuntak sebagai Mak Daniel. Judika Sihotang juga ikut bergabung sebagai Pak Uli.

Sementara itu, unsur komedi diperkuat melalui penampilan khusus Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Perpaduan pemain dengan latar belakang musik, akting, dan komedi tersebut menjadi bagian dari pendekatan film yang ingin menyajikan hiburan dalam berbagai bentuk.

Musik dan Tarian Menjadi Bagian dari Cerita

Berbeda dari drama konvensional, Pulang Kampung menggunakan musik sebagai salah satu cara untuk menyampaikan emosi dan perkembangan karakter. Viky Sianipar dipercaya sebagai music director yang bertanggung jawab menggarap aransemen sembilan lagu dalam film.

Delapan di antaranya merupakan lagu tradisional Batak legendaris yang diaransemen ulang dengan sentuhan modern dan megah. Beberapa judul yang akan hadir adalah "Jamila", "Pulo Samosir", dan "Tortohon Ma".

Selain itu, terdapat satu lagu baru berjudul "20.000" yang disiapkan untuk mendukung adegan komedi.

Unsur tarian juga menjadi bagian penting dari konsep musikal. Koreografer Wandy Adrianus dan Dimas Praditya terlibat dalam pengembangan gerakan tari khas Batak dengan pendekatan yang lebih modern. Melalui kombinasi dialog, nyanyian, dan tarian, emosi para karakter diharapkan dapat tersampaikan dengan lebih teatrikal.

Keindahan Danau Toba Memperkuat Cerita

Untuk menghadirkan suasana kampung halaman secara autentik, proses produksi dilakukan langsung di kawasan Sumatera Utara. Sebanyak 21 titik lokasi syuting tersebar di lima kabupaten di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir. Pengambilan gambar di lokasi sebenarnya menjadi upaya untuk memperlihatkan keindahan alam sekaligus kehidupan masyarakat setempat.

Sinematografi film dipercayakan kepada Padri Nadeak.

Di balik layar, Bene Dion bekerja bersama Kristo Immanuel sebagai co-director. Ernest Prakasa dan Dipa Andika mengisi posisi produser eksekutif sekaligus produser, dengan dukungan Mira Lesmana, Yonathan Nugroho, Sean Kim, dan sejumlah co-executive producer lainnya.

Sementara proses penyuntingan ditangani Aline Jusria.

Melalui kisah Daniel dan Uli, Pulang Kampung mencoba mengajak penonton melihat kembali arti keluarga, rumah, dan akar budaya. Perjalanan pulang yang awalnya menjadi kewajiban justru membuka kesempatan bagi Daniel untuk mengenal dirinya lebih jauh. Film musikal Batak produksi Imajinari ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 26 November 2026.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda