Edukasi Campak Jadi Sorotan, HIMPERA Angkatan 1 Gelar Webinar Nasional untuk Cegah Komplikasi

Masih tingginya risiko komplikasi akibat campak mendorong HIMPERA Angkatan 1 mengadakan webinar nasional yang membahas aspek klinis, penatalaksanaan, hingga peran tenaga kesehatan dalam pengendalian penyakit. Webinar ini menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum.

EVENT

Redaksi Fasamedia

6/21/20262 min read

Jakarta, Fasamedia – Kesadaran masyarakat terhadap penyakit campak masih perlu terus ditingkatkan. Menjawab kebutuhan tersebut, Himpunan Mahasiswa S1 Keperawatan (HIMPERA) Angkatan 1 menyelenggarakan Webinar Kesehatan Nasional bertema “Peningkatan Kewaspadaan dan Penatalaksanaan Campak dalam Upaya Pencegahan Komplikasi.”

Webinar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan dan keperawatan. Pesertanya berasal dari kalangan mahasiswa kesehatan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan masyarakat.

Campak masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang banyak ditemukan, terutama pada anak-anak. Meski dapat dicegah melalui imunisasi, kasus campak masih berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Melalui webinar ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai penyakit campak, mulai dari proses penularan, diagnosis, pengobatan, hingga perawatan pasien berbasis bukti ilmiah.

Ketua STIKes Pertamedika, Ns. Maryati, S.Sos., S.Kep., MARS., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kewaspadaan terhadap campak harus menjadi perhatian bersama.

“Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta tenaga kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan penatalaksanaan campak yang tepat. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat bersama-sama menekan angka kejadian campak dan mencegah berbagai komplikasi yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak,” katanya.

Materi pertama disampaikan oleh dr. Widita Putri yang membahas aspek klinis campak. Dalam paparannya, peserta diajak memahami gejala khas campak, cara penularan virus, metode diagnosis, serta pendekatan medis yang digunakan dalam penanganan pasien.

Penekanan khusus diberikan pada pentingnya imunisasi dan deteksi dini. Kedua aspek tersebut menjadi kunci dalam menurunkan angka penyebaran campak serta mencegah munculnya komplikasi yang lebih berat.

Selanjutnya, Ns. Dewi Yulianti, S.Kep. membahas strategi peningkatan kewaspadaan dan penatalaksanaan campak. Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu mampu mengidentifikasi gejala dan faktor risiko komplikasi sejak awal.

Menurutnya, komplikasi seperti pneumonia, diare berat, ensefalitis, dan malnutrisi dapat terjadi apabila penanganan terlambat dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga pasien, dan masyarakat untuk memastikan proses pencegahan dan pengobatan berjalan optimal.

Pada sesi terakhir, Ns. Devi Trianingsih, S.Kep., M.Kep. mengulas peran keperawatan berbasis bukti dalam pengendalian campak. Berbagai intervensi keperawatan dijelaskan secara rinci, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya edukasi kesehatan, pengendalian infeksi, pemantauan kondisi pasien, serta dukungan terhadap program imunisasi nasional. Melalui rangkaian materi tersebut, webinar tidak hanya memberikan wawasan teoritis tetapi juga pengetahuan praktis yang dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat dalam menghadapi kasus campak.

HIMPERA Angkatan 1 menilai bahwa edukasi kesehatan yang berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Panitia pelaksana menyampaikan harapan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun praktik pelayanan kesehatan.

“Melalui webinar ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai campak, mulai dari aspek klinis hingga perawatan berbasis bukti, sehingga dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit campak di masyarakat,” ujar panitia.

Webinar ini terselenggara berkat dukungan Puskesmas Kemiri dan Puskesmas Kebayoran Lama serta berbagai media partner dan organisasi kemahasiswaan kesehatan yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda