Film Bapakmu Kiper Angkat Hangatnya Rekonsiliasi Ayah dan Anak Lewat Serunya Sepak Bola Tarkam

Di balik riuhnya pertandingan sepak bola kampung, tersimpan kisah tentang luka, penyesalan, dan harapan untuk memulai kembali. Bapakmu Kiper hadir sebagai drama keluarga yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

FILM

Redaksi Fasamedia

8/6/20263 min read


Jakarta, Fasamedia – Dunia sepak bola antarkampung atau tarkam selama ini identik dengan pertandingan yang penuh semangat, sorak-sorai penonton, hingga berbagai tingkah lucu yang kerap mengundang tawa. Namun, di balik atmosfer tersebut, film Bapakmu Kiper menghadirkan kisah yang lebih dalam, yakni perjalanan seorang ayah dan anak untuk saling memaafkan setelah bertahun-tahun dipisahkan oleh luka masa lalu.

Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi memperkenalkan film ini melalui peluncuran poster dan trailer perdana. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026 tersebut menjadi proyek layar lebar pertama yang diproduksi secara mandiri oleh ESI di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI).

Trailer memperlihatkan hubungan Warto dan putranya, Dino, yang tidak lagi berjalan hangat. Bertahun-tahun hidup dalam jarak emosional membuat keduanya sulit menemukan cara untuk kembali saling memahami. Pertemuan mereka justru terjadi di tengah riuhnya pertandingan sepak bola tarkam, sebuah ruang yang perlahan membuka kesempatan bagi keduanya untuk berdamai.

Menariknya, film ini tidak memilih pendekatan melodrama yang berlebihan. Sebaliknya, sutradara Ody Harahap menghadirkan kisah keluarga dengan balutan komedi yang membumi. Penonton diajak tertawa melihat tingkah pemain, suporter, hingga berbagai kejadian khas pertandingan kampung yang terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Di sela-sela tawa itulah, emosi tentang keluarga dibangun secara perlahan hingga menyentuh hati.

Nuansa lokal menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Tarkam bukan sekadar latar cerita, melainkan menjadi simbol ruang pertemuan yang mempertemukan kembali hubungan yang sempat retak. Lapangan sederhana menjadi saksi bagaimana dua orang yang lama saling menjauh mulai belajar membuka hati.

Film Bapakmu Kiper disutradarai Ody Harahap, sineas yang dikenal melalui sejumlah film komedi seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru. Sementara skenarionya ditulis oleh Titien Wattimena bersama Aaron Hart dan tim Katatinut. Patricia Gunadi, Garnet Geraldine, dan Yvonne Supangkat bertindak sebagai produser eksekutif, sedangkan Arci Fadillah dipercaya sebagai produser.

Selain memperlihatkan momen emosional, poster resmi film juga menampilkan semarak pertandingan tarkam yang dipadukan dengan kedekatan dua karakter utama. Kehadiran para karakter pendukung membuat cerita semakin hidup dengan berbagai adegan komedi yang tetap relevan dengan tema keluarga.

Film ini dibintangi Fedi Nuril sebagai Warto dan Ali Fikry sebagai Dino. Mereka didukung oleh Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabes, Didi Murs, Mahmud Jabrik, hingga Joko Nugroho. Kehadiran para pemain tersebut menghadirkan warna tersendiri sehingga dunia tarkam dalam film terasa hidup dan penuh dinamika.

Bagi Fedi Nuril, cerita Bapakmu Kiper terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata. Pengalamannya sebagai ayah membuat dirinya lebih mudah memahami karakter Warto yang sebenarnya memiliki kasih sayang besar, tetapi kesulitan mengungkapkannya.

"Apa yang dialami karakter Warto dan Dino di film ini mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Apalagi saya sendiri punya tiga anak laki-laki. Jadi memahami posisi Warto, di balik ketidakakurannya itu sebenarnya hanyalah ketidakmampuan seorang ayah untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dengan benar saja. Jadi cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antar kampung saya rasa akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," ungkap Fedi Nuril.

Sementara itu, Ali Fikry mengaku karakter Dino mengajarkannya tentang proses memaafkan dan belajar kembali mempercayai orang yang pernah menyakiti.

"Buat aku, Dino itu bukan cuma soal anak yang marah sama bapaknya. Ini soal gimana rasanya nunggu seseorang berubah, dan akhirnya belajar buat percaya lagi. Seru banget bisa bawa emosi itu di tengah keseruan tarkam yang kocak," ujar Ali Fikry.

Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia sekaligus produser eksekutif, Garnet Geraldine, berharap film ini dapat menjadi tontonan keluarga yang meninggalkan kesan mendalam.

"Bapakmu Kiper lahir dari keinginan kami membuat film yang bikin penonton ketawa, tapi juga pulang dengan hati yang hangat dan lapang. Kami percaya banyak keluarga Indonesia punya cerita serupa. Luka yang belum selesai, dan harapan untuk berdamai. Sepak bola Tarkam bisa jadi cara paling sederhana buat menceritakannya," kata Garnet Geraldine.

Dengan memadukan drama keluarga, komedi, dan budaya sepak bola kampung yang begitu lekat dengan masyarakat Indonesia, Bapakmu Kiper menawarkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan pentingnya kesempatan kedua dalam sebuah hubungan. Film ini ingin menunjukkan bahwa memaafkan memang tidak mudah, tetapi selalu mungkin dilakukan ketika kedua belah pihak sama-sama bersedia membuka hati. Bapakmu Kiper akan mulai menyapa penonton Indonesia di bioskop pada 3 September 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda