Film Horor-Thriller Indonesia “Lobang Buaya” Tembus BIFAN 2026, Perkuat Kiprah di Festival Internasional

Prestasi perfilman Indonesia kembali bertambah. Film "Lobang Buaya" karya Hanung Bramantyo berhasil menembus BIFAN 2026, festival film genre terbesar di Asia. Keberhasilan ini semakin memperkuat kiprah sinema Indonesia di kancah internasional setelah sebelumnya mendapat sambutan hangat di Rotterdam.

FILM

Redaksi Fasamedia

6/14/20262 min read

Jakarta, Fasamedia – Film Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di panggung perfilman dunia. Film terbaru garapan sutradara Hanung Bramantyo, “Lobang Buaya” atau “The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy”, resmi terpilih sebagai bagian dari Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.

Keberhasilan ini melanjutkan perjalanan internasional film tersebut setelah sebelumnya melakukan world premiere di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026. Kehadiran “The Hole” di dua festival film bergengsi dalam waktu berdekatan menjadi pencapaian yang semakin menegaskan kualitas film Indonesia di mata dunia.

BIFAN sendiri dikenal sebagai salah satu festival film genre terbesar dan paling berpengaruh di Asia. Festival ini menjadi rumah bagi karya-karya horor, thriller, fantasi, hingga film eksperimental dari berbagai negara.

Dalam ajang tersebut, “The Hole” berhasil masuk ke program B Extreme. Program ini secara khusus menghadirkan film-film dengan pendekatan sinematik yang berani, penuh ketegangan, eksploratif, dan sering kali menantang batas-batas konvensional dalam genre.

Masuknya film Indonesia ke kategori tersebut menjadi prestasi tersendiri. Pasalnya, B Extreme selama ini dikenal sebagai ruang seleksi yang sangat ketat dan hanya diisi oleh karya-karya yang dianggap memiliki visi artistik kuat serta pengalaman sinematik yang intens. Apresiasi terhadap film ini juga datang dari Martin Lee, Programmer BIFAN, yang menilai karya Hanung Bramantyo berhasil memadukan berbagai elemen genre secara efektif.

“Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini secara cerdik memadukan serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Lewat penyutradaraan yang matang dan penceritaan yang kuat, film ini menyajikan ketegangan genre yang mencengkeram sekaligus refleksi mendalam atas tragedi sejarah, meninggalkan kesan emosional yang kuat bahkan setelah film selesai,” ujar Martin Lee.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa film ini tidak hanya dinilai berhasil dari sisi hiburan, tetapi juga memiliki kedalaman narasi yang mampu meninggalkan kesan bagi penontonnya.

Bagi Hanung Bramantyo, keberhasilan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan cerita dan sejarah Indonesia kepada audiens global melalui bahasa sinema yang universal.

“Bagi saya, genre horor dan thriller adalah ruang yang sangat jujur untuk membedah ketakutan terbesar sebuah bangsa,” kata Hanung.

Ia menilai bahwa film genre memiliki kemampuan untuk menyampaikan isu-isu sosial dan sejarah dengan cara yang lebih emosional dan dekat dengan penonton.

“Lewat The Hole, kami mencoba menjahit luka sejarah masa lalu dengan balutan mistisisme yang dekat dengan masyarakat kita. Setelah sambutan hangat di Rotterdam, bisa membawa film ini ke BIFAN, khususnya di program B Extreme yang terkenal berani, adalah sebuah kehormatan besar. Kami tidak sabar melihat bagaimana penonton internasional merespons kegilaan dan ketegangan yang kami tawarkan,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, film ini menjadi representasi bagaimana sineas Indonesia semakin berani mengeksplorasi sejarah bangsa melalui pendekatan genre yang selama ini identik dengan hiburan semata.

Kehadiran “The Hole” di festival internasional juga membuka peluang lebih luas bagi karya-karya Indonesia untuk menjangkau pasar global. Dalam beberapa tahun terakhir, film Indonesia memang semakin sering tampil di festival internasional, baik sebagai peserta kompetisi maupun program khusus.

Melalui pencapaian ini, “Lobang Buaya” tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim produksi, tetapi juga bagi industri perfilman nasional yang terus berkembang dan mendapat pengakuan internasional.

Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut dijadwalkan akan segera tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Kehadirannya menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh pencinta film horor dan thriller Tanah Air.

Dengan kombinasi cerita sejarah, misteri kriminal, dan atmosfer horor yang kuat, “Lobang Buaya” berpotensi menjadi salah satu film Indonesia yang paling banyak dibicarakan sepanjang tahun 2026.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda