Film “Pelangi di Mars” Tayang Perdana, Hadirkan Teknologi XR Pertama di Indonesia
Pelangi di Mars jadi film Indonesia pertama yang gunakan teknologi XR. Simak keunggulan dan fakta menariknya di sini.
FILM


Jakarta, Fasamedia – Film keluarga bergenre sci-fi Pelangi di Mars resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia hari ini. Kehadirannya menjadi momen penting bagi industri perfilman nasional karena membawa inovasi teknologi sekaligus pesan inspiratif bagi anak-anak Indonesia.
Diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini merupakan hasil kerja keras selama lebih dari lima tahun. Disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars menawarkan pengalaman visual yang berbeda melalui penerapan teknologi Extended Reality (XR), yang untuk pertama kalinya digunakan secara besar-besaran dalam film Indonesia.
Teknologi XR memungkinkan penciptaan dunia virtual yang lebih realistis dan imersif, sehingga penonton dapat merasakan sensasi menjelajahi Planet Mars secara lebih nyata. Hal ini menjadikan film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga pengalaman edukatif yang mendorong imajinasi anak-anak.
Produser Dendi Reynando menekankan bahwa film ini merupakan hasil kolaborasi ratusan kreator dari seluruh Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar produksi film.
“Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, sutradara Upie Guava menyebut film ini sebagai bentuk dedikasi kolektif para pekerja seni visual.
“Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan,” kata Upie. “Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia.”
Film ini dibintangi oleh sejumlah nama populer seperti Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata. Selain itu, pengisi suara ternama seperti Kristo Immanuel dan Gilang Dirga turut memberikan warna tersendiri dalam film ini.
Mengusung tema petualangan di luar angkasa, Pelangi di Mars menghadirkan cerita yang tidak hanya seru tetapi juga sarat pesan moral. Film ini mengajak anak-anak untuk berani bermimpi, mengeksplorasi hal baru, serta percaya pada kemampuan diri sendiri.
Penayangan film ini bertepatan dengan momen libur Lebaran, sehingga menjadi pilihan tepat untuk hiburan keluarga. Untuk menarik minat penonton, pihak produksi juga menghadirkan promo menarik berupa Buy One Get One Free (BOGOF) melalui berbagai platform tiket digital.
Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Pelangi di Mars diharapkan mampu menjadi standar baru bagi film anak-anak Indonesia. Lebih dari itu, film ini menjadi bukti bahwa industri kreatif Tanah Air mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi yang tidak kalah dengan produksi internasional.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.
