Film “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Tayang Serentak, Sajikan Teror dan Drama Emosional

Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa resmi hadir di bioskop seluruh Indonesia. Film ini tidak hanya menawarkan teror santet yang mencekam, tetapi juga konflik batin yang kuat antara cinta dan balas dendam.

FILM

Redaksi Fasamedia

3/21/20262 min read

Jakarta, Fasamedia — Film horor terbaru Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia. Film produksi Soraya Intercine Films ini hadir sebagai salah satu tontonan Lebaran yang menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep horor kolosal yang megah.

Sejak gala premiere digelar, film ini telah mendapatkan berbagai ulasan positif dari penonton. Banyak yang memuji peningkatan kualitas visual dan kedalaman cerita dibandingkan film sebelumnya dalam franchise Suzzanna.

Dibintangi oleh Luna Maya, film ini menjadi pengalaman baru baginya karena merupakan film Lebaran pertama yang ia bintangi.

“Melihat reaksi penonton yang sudah nonton duluan, aku happy banget. Meski awalnya sempat tegang karena ini film Lebaran pertamaku,” ungkap Luna Maya.

Ia juga menambahkan bahwa film ini memiliki daya tarik tersendiri dari segi visual dan skala produksi.

“Aku rasa film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa pas banget untuk Lebaran karena kita bisa melihat bagaimana kemegahan sinematik dari film SUZZANNA leveling up di seri yang terbaru ini,” lanjutnya.

Film ini mengisahkan perjalanan Suzzanna yang diliputi dendam setelah kehilangan ayahnya akibat santet. Dalam upaya membalas, ia justru terjebak dalam konflik batin yang rumit ketika cinta hadir dalam hidupnya.

Kehadiran karakter Pramuja yang diperankan Reza Rahadian menjadi titik balik dalam cerita. Sosoknya yang religius menghadirkan dilema bagi Suzzanna yang menyimpan rahasia besar.

Cerita ini tidak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui konflik pilihan antara dendam dan cinta. Selain dua bintang utama, film ini juga diramaikan oleh banyak aktor senior dan komedian seperti Clift Sangra, Djenar Maesa Ayu, Iwa K., Adi Bing Slamet, hingga Nunung. Kombinasi ini membuat film terasa lebih dinamis dan tidak monoton.

Luna Maya juga menyoroti kekompakan tim produksi yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan film ini.

“Di film ketiga SUZZANNA, aku benar-benar merasa seluruh tim dan kru seperti hidup semuanya, nge-blend,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa suasana kerja yang positif membuat proses syuting berjalan lancar dan menyenangkan.

“Sangat senang dalam proses film SUZZANNA, dan semoga energinya sampai ke penonton,” katanya.

Film ini diproduseri oleh Sunil Soraya dan disutradarai Azhar Kinoi Lubis. Naskahnya ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya.

Untuk menyapa penggemar, tim produksi juga mengadakan acara nonton bareng bersama para pemain pada 19 Maret 2026 di Senayan City XXI. Dengan kombinasi cerita kuat, visual megah, dan jajaran pemain ternama, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa diharapkan menjadi salah satu film horor paling sukses di tahun ini.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.