Foufo, Film Sci-Fi Komedi Pertama Bayu Skak yang Angkat Budaya Madura dan Kisah Haru Seorang Ibu
Bayu Skak keluar dari zona nyamannya dengan menghadirkan film berbahasa Madura pertama yang memadukan komedi, science fiction, dan drama keluarga. Lewat Foufo, penonton diajak menyaksikan perjuangan seorang anak membahagiakan ibunya dengan bantuan alien yang tersesat di Madura.
FILM


Jakarta, Fasamedia – Nama Bayu Skak selama ini identik dengan komedi lokal yang kental dengan budaya Jawa. Namun pada 2026, sineas asal Jawa Timur itu menghadirkan tantangan baru melalui film Foufo, sebuah karya bergenre komedi sci-fi yang membawa latar budaya Madura dan kisah emosional tentang pengorbanan seorang anak untuk ibunya.
Film produksi Skak Studios dan Sinemart tersebut akan tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026. Bersamaan dengan itu, trailer dan poster resmi telah diperkenalkan kepada publik.
Foufo menceritakan Muslim, seorang pengepul besi bekas yang hidup sederhana bersama keluarganya. Sebagai tulang punggung keluarga, ia memiliki satu impian besar: memberangkatkan ibunya, Saiqonah, untuk menunaikan ibadah haji.
Namun perjalanan itu tidak berjalan mudah. Kehidupan Muslim berubah drastis ketika sebuah UFO mendarat di Madura dan menghadirkan alien bernama Foufo ke tengah keluarganya.
Alih-alih menjadi ancaman, Foufo justru membutuhkan bantuan keluarga Muslim untuk kembali ke kapal induknya. Hubungan unik antara keluarga Madura dan makhluk luar angkasa itu kemudian menjadi inti cerita yang penuh humor sekaligus menyentuh.
Bayu Skak mengatakan bahwa film ini berangkat dari tema yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang.
“Semua orang punya pengalaman dan perasaan bagaimana rasanya mencintai ibu kita masing-masing dan keinginan untuk membahagiakan orang yang kita paling sayangi di dunia ini, yaitu ibu,” ujar Bayu.
Di balik kemasan sci-fi dan komedi, Foufo sebenarnya berbicara tentang keluarga, pengorbanan, dan bakti seorang anak kepada orang tua. Film ini juga menghadirkan sejumlah inovasi yang jarang ditemui dalam perfilman nasional. Salah satunya adalah penggunaan bahasa Madura sebagai bahasa utama dalam dialog.
Tidak hanya itu, sekitar 80 persen pemeran berasal dari komunitas Madura dan sebagian besar merupakan talenta baru yang belum pernah tampil di layar lebar.
Untuk mendapatkan pemain yang autentik, proses open casting dilakukan secara besar-besaran dan diikuti lebih dari 2.500 peserta.
Bayu Skak menilai langkah tersebut penting untuk menghadirkan representasi budaya yang lebih jujur dan dekat dengan realitas masyarakat Madura. Kehadiran Tretan Muslim sebagai pemeran utama juga menjadi salah satu daya tarik film ini. Komika yang selama ini dikenal lewat karakter kocaknya tampil dalam peran yang lebih serius dan emosional.
“Ini pertama kalinya saya menjadi pemeran utama. Saya bangga identitas Madura ditampilkan dengan baik dan unik oleh Bayu di film Foufo ini,” kata Tretan Muslim.
Selain para pemain, proses produksi film ini juga melibatkan studio animasi lokal Surabaya, Hompimpa. Mereka dipercaya mendesain karakter alien Foufo yang menjadi pusat cerita.
Kolaborasi tersebut menunjukkan semakin berkembangnya industri kreatif Indonesia yang mampu menghadirkan karakter fantasi dengan sentuhan lokal. Keunikan lainnya hadir melalui keterlibatan Ade “Bibier” Kurniyawan sebagai pengisi suara karakter alien. Sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai dubber legendaris itu untuk pertama kalinya tampil dalam proyek layar lebar dengan teknik live dubbing.
Menurut produser eksekutif David Suwarto, perpaduan antara cerita keluarga dan sci-fi menjadi kekuatan utama film ini.
“Ide tentang UFO yang crash landing di Madura sudah sangat lucu. Film ini membawa komedi dengan sentuhan sci-fi, namun juga ada kedalaman dramanya,” ujarnya.
Dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan film Indonesia, Foufo diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi penonton sekaligus memperluas eksplorasi genre di industri perfilman nasional. Ketika alien bertemu keluarga Madura yang tengah berjuang mewujudkan impian berhaji, lahirlah sebuah kisah hangat yang menjanjikan tawa sekaligus air mata.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Informasi
Berita, event, kuliner, entertainment terkini
Kontak
fasamediainformasi@gmail.com
+6285816161601
