Gala Premiere Film Pelangi di Mars Digelar Meriah, Epicentrum XXI Disulap Jadi Planet Merah Futuristik
Film petualangan anak Pelangi di Mars resmi menggelar gala premiere spektakuler di Epicentrum XXI Jakarta. Dengan dekorasi bertema planet Mars dan kehadiran para bintang film, malam tersebut menjadi perayaan perjalanan lima tahun produksi film ambisius karya Mahakarya Pictures.
FILM


Jakarta, Fasamedia – Suasana berbeda terasa di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Area bioskop yang biasanya dipenuhi penonton film mendadak berubah menjadi lanskap futuristik ala planet Mars lengkap dengan robot-robot yang seolah menjadi penghuni dunia luar angkasa.
Transformasi unik tersebut menjadi bagian dari Gala Premiere film Pelangi di Mars, yang digelar secara megah dan penuh imajinasi. Acara ini sekaligus menandai penantian panjang selama lebih dari lima tahun dalam proses produksi salah satu film anak paling ambisius yang pernah dibuat di Indonesia.
Atmosfer yang diciptakan dalam acara ini seolah membawa para undangan ke dunia cerita film tersebut. Dekorasi bernuansa merah khas planet Mars dipadukan dengan instalasi visual futuristik membuat Epicentrum XXI terasa seperti gerbang menuju petualangan luar angkasa.
Dihadiri Produser, Sutradara, hingga Para Bintang Film
Gala premiere Pelangi di Mars dihadiri sejumlah tokoh penting di balik proses produksi film tersebut. Produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava hadir langsung menyambut para tamu undangan dalam malam spesial tersebut.
Turut hadir pula komposer musik Eunike Tanzil, yang berperan menciptakan komposisi musik untuk memperkuat atmosfer emosional dalam film. Selain itu, para pemain utama film juga memeriahkan acara karpet merah, di antaranya Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata.
Tak hanya aktor yang tampil di layar, sejumlah pengisi suara karakter robot juga hadir dalam gala premiere ini. Mereka adalah Bimo Kusumo (Bimoky), Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya.
Di balik gerakan robot yang menjadi ciri khas film ini, terdapat pula para body actor seperti Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel, yang turut mempersembahkan performa fisik untuk menghidupkan karakter robot di layar.
Menghadirkan Imajinasi Mars di Tengah Kota Jakarta
Melalui konsep dekorasi yang megah, rumah produksi Mahakarya Pictures berhasil menyulap area Epicentrum XXI menjadi ruang imajinasi yang memikat.
Instalasi visual bertema planet Mars membuat para undangan merasakan langsung atmosfer dunia film tersebut bahkan sebelum pemutaran dimulai.
Konsep gala premiere yang unik ini juga menjadi simbol dari semangat film Pelangi di Mars yang ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi besar.
Dalam sesi konferensi pers, produser Dendi Reynando mengungkapkan rasa bangga atas perjalanan panjang yang akhirnya berbuah manis.
“Setelah perjalanan panjang lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita,” ungkap Dendi.
Menurutnya, film ini dibuat bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap imajinasi dan kreativitas generasi muda Indonesia.
Kerja Keras Ratusan Kru di Balik Layar
Sutradara Upie Guava juga mengungkapkan rasa haru melihat hasil kerja keras tim produksi akhirnya dapat dinikmati oleh publik.
Ia menekankan bahwa film ini merupakan hasil kolaborasi besar yang melibatkan ratusan kru dengan visi yang sama.
“Saya merasa terharu sekaligus lega. Kerja keras ratusan kru yang memiliki satu visi untuk membangkitkan mimpi anak Indonesia akhirnya siap dikonsumsi masyarakat. Saya berharap film ini menjadi pelajaran bahwa kerja keras untuk menggapai mimpi, setinggi apa pun itu, tidak akan pernah sia-sia,” tutur Upie.
Menurutnya, perjalanan produksi film ini tidak mudah. Banyak tantangan teknis yang harus dihadapi, terutama dalam menghadirkan visual dunia luar angkasa yang meyakinkan di layar lebar.
Apresiasi Hangat dari Penonton Gala Premiere
Setelah pemutaran film perdana, reaksi positif langsung datang dari para undangan yang hadir. Banyak penonton mengaku terkesan dengan kualitas produksi film yang dinilai setara dengan film internasional, terutama dari sisi visual dan cerita.
Salah satu penonton bahkan menyebut film ini sebagai pencapaian baru bagi industri perfilman Indonesia.
“Jujur saya terharu dan sangat bangga. Ternyata film Indonesia sudah bisa di tahap ini, di skala ini. Titik bersejarah ini ditandai oleh sebuah film anak yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas Upie dan tim,” ujarnya.
Setelah sukses menggelar gala premiere, Pelangi di Mars akan segera menyapa penonton di seluruh Indonesia.
Film ini dijadwalkan mulai tayang di bioskop pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran yang biasanya menjadi waktu favorit keluarga untuk menikmati film bersama.
Petualangan Pelangi dan para robot sahabatnya pun diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton yang seru sekaligus inspiratif bagi penonton dari berbagai usia.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.
