Gala Premiere Film Timur Tampilkan Konsep Hutan Rimba, Iko Uwais Tuai Pujian di Debut Sutradara

Epicentrum XXI berubah jadi hutan rimba untuk gala premiere Timur. Penonton memuji aksi dan emosi film debut sutradara Iko Uwais.

FILM

Redaksi Fasamedia

12/5/20251 min read

Jakarta, Fasamedia — Uwais Pictures menggelar gala premiere film Timur dengan konsep yang tidak biasa di Epicentrum XXI, Jakarta, pada 4 Desember 2025. Seluruh area bioskop disulap menjadi konsep “Hutan Rimba Timur” yang megah. Dengan dukungan BNI, pengalaman itu membuat tamu undangan merasakan atmosfer dunia Timur secara langsung.

Acara ini menjadi momentum penting bagi Iko Uwais yang resmi debut sebagai sutradara. Selain memimpin di balik layar, ia juga tetap mengambil peran utama dalam film bergenre drama-aksi tersebut.

“Setelah sekian lama berkarya di luar, saya bangga bisa kembali ke Indonesia dan akhirnya mengambil langkah baru sebagai sutradara,” ujar Iko. Ia menegaskan bahwa film ini terinspirasi dari kedekatannya dengan masyarakat Indonesia Timur. “Saya tumbuh besar bersama orang Indonesia Timur… maka karena itu saya ingin mempersembahkan sebuah cerita untuk sahabat-sahabat saya,” tambahnya.

Tema Persaudaraan Menjadi Ruh Cerita

Produser Ryan Santoso menjelaskan bahwa film ini merupakan perwujudan perjalanan panjang Uwais Pictures. “Lebih dari lima tahun kami bermimpi membangun rumah produksi yang dapat membawakan film-film laga berkelas internasional,” katanya.

Ryan menegaskan bahwa tema brotherhood dalam film ini merupakan cerminan persahabatan dan proses membangun rumah produksi tersebut.

Penonton Kagum: Aksi Solid, Emosi Mengalir

Film Timur langsung menuai apresiasi dari para penonton pertama. Banyak yang memuji intensitas koreografi laga serta kedalaman emosi cerita. Beberapa penonton bahkan mengaku menangis karena kuatnya tema persaudaraan.

“Di film ini membuktikan bahwa ternyata Iko Uwais nggak cuma jago di depan kamera, tapi di belakang kamera juga,” ungkap seorang penonton yang memuji debut penyutradaraan Iko.

Timur akan dirilis secara nasional pada 18 Desember 2025. Film ini menawarkan pengalaman menegangkan yang menggabungkan aksi, drama, dan nilai-nilai persaudaraan, membawa warna baru bagi film laga Indonesia.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.