GJLS: Berapi-Api Bawa Trio Komedian Jadi Petugas Pemadam Kebakaran
Tiga sahabat bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran. Tapi setelah bergabung dengan regu Algojo Api, misi mereka justru penuh kejadian tak terduga.
FILM


Jakarta, Fasamedia — Apa jadinya jika tiga sahabat yang sejak kecil bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran benar-benar masuk ke dunia damkar? Jawabannya dapat ditemukan dalam film komedi drama GJLS: Berapi-Api.
Film terbaru produksi Amadeus Sinemagna tersebut menghadirkan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir sebagai tiga sahabat yang berusaha mewujudkan keinginan mereka menjadi petugas pemadam kebakaran.
Official trailer film ini resmi diperkenalkan dalam konferensi pers di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, pada 1 Oktober 2026. Bersamaan dengan trailer, rumah produksi juga meluncurkan revisi kedua official poster serta original soundtrack berjudul “Api dan Mimpi” dari Barasuara.
Kisah GJLS: Berapi-Api tidak hanya mengandalkan komedi. Di balik berbagai kekacauan yang dialami para tokohnya, film ini juga ingin memperlihatkan sisi heroik petugas pemadam kebakaran yang hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi.
Dari Cita-Cita Menjadi Petugas Damkar
Trailer memperlihatkan perjalanan tiga sahabat yang memiliki cita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran. Mereka kemudian menjalani proses pelatihan bersama regu Algojo Api.
Pelatihan tersebut digambarkan tidak mudah. Ketiganya harus melewati gemblengan sebelum akhirnya berhadapan dengan tugas-tugas lapangan.
Menariknya, pekerjaan yang mereka jalani tidak selalu berupa kebakaran besar. Ada situasi-situasi sederhana tetapi tidak kalah merepotkan. Salah satunya ketika mereka harus menjalankan operasi darurat untuk mengambil rapor seorang anak SD.
Situasi lain muncul ketika mereka harus melakukan penyelamatan terhadap Yono Bakrie yang kepalanya tersangkut di jeruji pagar.
Dua situasi tersebut memperlihatkan bagaimana pekerjaan pemadam kebakaran dapat bersinggungan dengan berbagai persoalan masyarakat. Di tangan karakter GJLS, situasi serius tersebut kemudian dikemas dengan gaya komedi.
Rigen Rakelna menjelaskan bahwa film ini memang ingin menggabungkan unsur komedi dengan gambaran mengenai pekerjaan pemadam kebakaran.
"Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua," papar Rigen.
Peluncuran Trailer Justru Ikut Kacau
Unsur komedi GJLS ternyata tidak hanya muncul dalam film. Konferensi pers peluncuran official poster dan trailer juga menghadirkan kejadian tak terduga. Rigen, Rispo, dan Hifdzi dijadwalkan membuka tirai hitam berukuran besar yang menutupi materi poster dan trailer. Ketiganya mencoba menarik tirai secara bersamaan. Namun, seremoni tersebut justru gagal karena mereka tersangkut tali. Kejadian itu membuat suasana di area mal menjadi riuh oleh tawa penonton.
Rigen kemudian mengambil langkah spontan dengan menghubungi pemadam kebakaran. Tak lama kemudian, regu Algojo Api benar-benar hadir di lokasi. Regu tersebut mengambil alih panggung dan menarik tirai hingga terbuka sempurna. Aksi itu disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Bukan Sekadar Film Komedi
GJLS: Berapi-Api juga membawa tema persahabatan yang cukup kuat. Hal tersebut terlihat ketika Ananta Rispo berbicara mengenai perjalanan bersama Rigen dan Hifdzi.
Rispo bahkan tidak kuasa menahan air mata ketika berada di atas panggung.
“Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya,” sebut Rispo di tengah pelukan Rigen dan Hifdzi.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan ketiga pemeran utama menjadi bagian penting dalam film. Hifdzi Khoir juga mengatakan GJLS: Berapi-Api tetap membawa elemen yang disukai publik dari film sebelumnya, tetapi dikembangkan dengan cerita yang lebih dalam.
“Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal,” ujar Hifdzi.
“Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia.”
Monty Tiwa selaku sutradara juga menyampaikan bahwa film ini tidak menjadi kelanjutan dengan cerita yang sama dari GJLS: Ibuku Ibu-ibu.
“GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga,” kata Monty.
Soundtrack Barasuara dan Deretan Pemain
Untuk melengkapi film, Barasuara dipercaya membawakan original soundtrack berjudul “Api dan Mimpi”. Lagu tersebut menjadi bagian dari materi promosi GJLS: Berapi-Api. Selain trio utama, film ini turut menampilkan Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.
Film GJLS: Berapi-Api dijadwalkan hadir di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026. Penonton dapat menyaksikan official trailer melalui kanal YouTube Amadeus Sinemagna dan mengikuti informasi terbaru melalui @sinemagna, @gjlsberapiapi, serta @gjlsentertainment.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Informasi
Berita, event, kuliner, entertainment terkini
Kontak
fasamediainformasi@gmail.com
+6285816161601
