Jejak Panjang Pengabdian Try Sutrisno: Dari Puncak Militer hingga Wakil Presiden RI

Perjalanan hidup Try Sutrisno mencerminkan kisah panjang pengabdian seorang prajurit yang menapaki tangga kekuasaan hingga menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Dari dunia militer hingga panggung politik nasional, inilah rekam jejak lengkapnya.

TRENDING NEWS

Redaksi Fasamedia

3/3/20262 min read

Fasamedia — Kepergian Try Sutrisno pada 2 Maret 2026 menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu tokoh militer dan politik paling berpengaruh di Indonesia. Ia wafat pada usia 90 tahun, meninggalkan warisan sejarah yang erat kaitannya dengan dinamika pertahanan dan pemerintahan nasional pada era Orde Baru.

Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try tumbuh dalam suasana Indonesia yang masih belia sebagai negara merdeka. Ketertarikannya pada dunia militer membawanya masuk Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan lulus sebagai perwira pada 1959. Sejak saat itu, kariernya berkembang seiring konsolidasi kekuatan militer Indonesia.

Karier Militer yang Menanjak

Nama Try Sutrisno mulai dikenal luas ketika ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di tubuh Angkatan Darat. Kiprahnya di berbagai operasi keamanan nasional membentuk reputasinya sebagai perwira yang tegas dan disiplin.

Puncak karier militernya dimulai ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 1986–1988. Tak lama berselang, ia diangkat menjadi Panglima ABRI pada 1988. Saat itu, ABRI merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia yang masih menyatu dengan kepolisian.

Sebagai Panglima ABRI, Try memegang kendali tertinggi atas struktur militer nasional. Ia berperan dalam menjaga stabilitas keamanan negara di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.

Menjadi Wakil Presiden di Era Orde Baru

Tonggak penting dalam perjalanan hidupnya terjadi pada 11 Maret 1993. Try Sutrisno dilantik sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, mendampingi Presiden Soeharto untuk periode 1993–1998.

Pengangkatannya kala itu dinilai sebagai representasi kuatnya peran militer dalam struktur pemerintahan. Sebagai wakil presiden, ia dikenal tidak banyak tampil di ruang publik, namun tetap menjalankan fungsi koordinatif dan representatif negara, baik dalam urusan dalam negeri maupun hubungan internasional.

Masa jabatannya berakhir pada Maret 1998, hanya beberapa bulan sebelum gelombang reformasi mengguncang Indonesia dan mengakhiri era Orde Baru.

Kiprah di Dunia Olahraga

Tak hanya berkarier di militer dan politik, Try juga aktif di bidang olahraga. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Di bawah kepemimpinannya, bulutangkis Indonesia mencatat prestasi gemilang, termasuk keberhasilan meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Perannya di PBSI memperlihatkan sisi lain dari Try Sutrisno: seorang organisator dan pembina yang mendukung kemajuan olahraga nasional sebagai bagian dari kebanggaan bangsa.

Masa Purnatugas dan Peran Kebangsaan

Setelah tak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Try tetap aktif dalam berbagai forum kebangsaan. Ia terlibat dalam organisasi purnawirawan TNI dan sering menyuarakan pentingnya persatuan nasional.

Sebagai tokoh senior, pandangannya kerap menjadi rujukan dalam diskusi-diskusi strategis terkait pertahanan dan stabilitas negara. Meski tak lagi berada di lingkar kekuasaan, pengaruhnya tetap terasa dalam percakapan publik mengenai arah bangsa.

Wafat dan Penghormatan Negara

Try Sutrisno wafat pada 2 Maret 2026 di Jakarta akibat penurunan kondisi kesehatan terkait usia. Pemerintah memberikan penghormatan militer terakhir atas jasa-jasanya kepada negara.

Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata dengan upacara militer. Prosesi tersebut menjadi simbol penghargaan negara terhadap pengabdian panjangnya di bidang pertahanan dan pemerintahan.

Warisan Sejarah

Perjalanan hidup Try Sutrisno mencerminkan fase penting dalam sejarah Indonesia, khususnya pada masa ketika militer memiliki peran dominan dalam politik. Ia adalah representasi generasi prajurit yang bertransformasi menjadi pemimpin negara.

Terlepas dari dinamika dan kontroversi era yang melingkupinya, Try Sutrisno dikenang sebagai figur disiplin, loyal, dan berdedikasi. Namanya akan tetap tercatat dalam sejarah sebagai Wakil Presiden RI yang lahir dari rahim militer dan mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara.

Penulis dan Editor: Permadani T.