Khadam Jadi Debut Internasional Aghniny Haque, Perankan Melor dalam Horor Kolaborasi Indonesia-Malaysia

Film horor Khadam mempertemukan talenta Indonesia dan Malaysia. Aghniny Haque dipercaya menjadi pemeran utama sebagai Melor, seorang ibu yang tak bisa berbicara.

FILM

Redaksi Fasamedia

9/14/20262 min read



Jakarta, Fasamedia — Film horor Khadam menjadi langkah baru bagi Aghniny Haque untuk memperluas perjalanan kariernya ke ranah perfilman internasional. Dalam produksi kolaborasi Indonesia-Malaysia ini, Aghniny mendapat peran sebagai Melor, seorang ibu yang tidak dapat berbicara.

Debut tersebut sekaligus membawa tantangan besar bagi Aghniny. Ia harus menyampaikan berbagai emosi karakter tanpa mengandalkan dialog lisan. Bahasa isyarat, ekspresi mikro wajah, dan gerak tubuh menjadi elemen penting dalam penampilannya.

Khadam diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions asal Malaysia dengan menggandeng dua rumah produksi Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya dengan jangkauan yang lebih luas di industri perfilman regional.

Bagi Aghniny, kesempatan tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda sejak proses produksi dimulai. Sebagai proyek internasional pertama yang dijalaninya, ia mengaku sempat merasakan kegugupan ketika harus bekerja di lingkungan baru.

Namun, suasana di lokasi syuting membuat kekhawatiran tersebut berkurang. Sambutan hangat dari para pemain dan kru membuat Aghniny merasa lebih nyaman menjalani proses produksi.

“Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat,” ungkap Aghniny.

Melor, Ibu yang Menghadapi Teror Gaib

Dalam Khadam, Aghniny memerankan Melor, seorang ibu yang tidak dapat berbicara. Karakter ini menghadapi teror gaib dan berusaha melindungi anak-anaknya.

Ketiadaan dialog menjadi salah satu tantangan utama. Aghniny harus memastikan emosi Melor tetap dapat diterima penonton meskipun karakter tersebut tidak menyampaikan perasaan melalui percakapan.

Ia dituntut menggunakan ekspresi mikro wajah dan bahasa tubuh secara lebih kuat. Rasa takut, kesedihan, hingga tekad untuk melindungi keluarga harus diterjemahkan melalui gestur.

Tidak berhenti di sana, latar cerita Khadam yang mengambil era 1950-an membuat persiapan Aghniny semakin kompleks. Ia harus mempelajari bentuk bahasa isyarat arkais yang tidak umum digunakan pada masa sekarang.
Proses tersebut dilakukan sejak dari awal karena bahasa isyarat menjadi bagian penting dari cara Melor berkomunikasi.

“Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Nggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal,” tegasnya.

Diperkuat Aktor Indonesia dan Malaysia

Khadam tidak hanya menghadirkan Aghniny sebagai pemeran utama. Film tersebut juga diperkuat sejumlah aktor ternama dari Malaysia, yakni Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris senior June Lojong.

Kolaborasi antara talenta Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu aspek penting dalam produksi film tersebut. Dua negara serumpun ini dipertemukan melalui cerita horor dengan karakter utama yang memiliki tantangan akting cukup kompleks.

Visual resmi Khadam juga memperlihatkan pendekatan horor yang dibawa film tersebut. Dalam official poster, akar terlihat tumbuh mengelilingi kepala Melor, sementara keluarga dan rumahnya berada di dalam visual tersebut.

Elemen tersebut menunjukkan adanya beban psikologis yang melekat pada karakter Melor. Di tengah teror yang dihadapi, ia tetap berada pada posisi sebagai ibu yang berusaha menjaga keluarganya.

Dari sisi rumah produksi, Red Communications memiliki rekam jejak panjang di industri kreatif Malaysia. Berdiri sejak 1999, perusahaan tersebut telah memproduksi film, televisi, dan konten digital. Sementara Komet Productions mulai beroperasi pada Juli 2023 dengan fokus pada produksi, distribusi, dan investasi konten kreatif Asia Tenggara.

Di Indonesia, MAGMA Entertainment merupakan kelanjutan dari Garuda Film. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah portofolio film, termasuk Finding Srimulat, Nada Untuk Asa, Juara, Sobat Ambyar, Qodrat, Pemukiman Setan, Qodrat 2, dan Tumbal Darah.

VMS Studios yang berbasis di Jakarta juga menjadi bagian dari kolaborasi. Rumah produksi yang berdiri pada 2022 tersebut sebelumnya mengawali kiprahnya melalui film Pemandi Jenazah.

Film Khadam dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026. Penonton dapat mengikuti informasi terbaru serta melihat cuplikan resmi melalui akun @khadamthemovie dan @cbipictures.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda