Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadirkan Ujian Baru untuk Romo Rendra dan Romo Thomas
Bukan hanya menghadapi iblis, Romo Rendra dan Romo Thomas juga harus berhadapan dengan pergulatan keyakinan mereka saat Rephaim datang membawa ancaman baru.
FILM


Jakarta, Fasamedia — Perjuangan Romo Rendra dan Romo Thomas menghadapi kekuatan gelap berlanjut dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Sekuel film horor eksorsisme ini mempertemukan kembali Lukman Sardi dan Jerome Kurnia dalam konflik yang lebih besar.
Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment resmi merilis trailer Kuasa Gelap: Perjanjian Darah pada 10 September 2026. Salah satu hal yang paling menarik perhatian dari trailer tersebut adalah kemunculan pertama Rephaim, entitas kuno yang menjadi ancaman baru bagi kedua imam tersebut.
Rephaim bukan sekadar sosok iblis biasa. Dalam cerita, entitas kuno tersebut bersekutu dengan Fallen Angels dan berusaha mendapatkan manusia sebagai pengikut. Tawaran yang diberikan memang menjanjikan banyak hal, tetapi memiliki konsekuensi berupa nyawa.
Ancaman itu kemudian hadir melalui Daniel yang diperankan Venly Arauna. Tubuh Daniel dirasuki iblis purba yang sangat berbahaya. Teror yang muncul dari kerasukan tersebut pun berkembang jauh melampaui persoalan satu keluarga.
Sutradara Rizal Mantovani menyebut bahwa perubahan skala menjadi salah satu elemen utama dalam sekuel ini.
“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” ujar Rizal Mantovani.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya berasal dari Rephaim. Kedua karakter utama juga harus menghadapi pergulatan dalam diri masing-masing. Romo Rendra yang diperankan Lukman Sardi digambarkan mulai mengalami kegoyahan. Situasi tersebut membuat Romo Thomas harus mengambil posisi yang lebih teguh. Akan tetapi, keteguhan itu ternyata juga menyimpan risiko.
“Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya,” ujar Jerome Kurnia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konflik Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak hanya dibangun melalui adegan horor. Film juga menghadirkan persoalan tentang keyakinan, keraguan, dan bagaimana seseorang menghadapi kekuatan yang berada di luar dirinya.
Lukman Sardi menjelaskan bahwa aspek spiritual menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang imam eksorsis. Menurutnya, kesiapan menghadapi eksorsisme tidak hanya berkaitan dengan keberanian menghadapi entitas jahat.
“Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi (pengakuan dosa). Kuasa pembebasan berasal dari Kristus, namun disposisi batin dan kesucian hidup sang imam juga sangat penting. Keterbukaan dan kebersihan jiwa sang imam menjadi sarana yang baik untuk efektivitas tindakan eksorsis,” ujar Lukman Sardi.
Tema spiritual tersebut juga menjadi perhatian produser Robert Ronny. Ia mengatakan bahwa film ini ingin menyampaikan pesan bahwa manusia tetap memiliki kesempatan untuk kembali kepada Tuhan meski pernah melakukan kesalahan.
“Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya,” ujar Robert Ronny.
Sementara itu, produser eksekutif Andi Boediman melihat film ini sebagai cerita mengenai konsekuensi dari keputusan yang dibuat manusia.
“Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ujar Andi Boediman.
Film ini disutradarai Rizal Mantovani, dengan sinematografi oleh Yadi Sugandi. Robert Ronny dan Andri Cahyadi menjadi penulis naskah. Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser, sedangkan Andi Boediman sebagai produser eksekutif.
Selain Lukman Sardi dan Jerome Kurnia, film ini juga dibintangi Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi film Indonesia kelima yang tayang dalam format IMAX. Film ini juga hadir di Magnify 8 Cinepolis dengan dukungan teknologi kursi getar dan bass shaker yang diselaraskan dengan audio film.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Informasi terbaru film dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Informasi
Berita, event, kuliner, entertainment terkini
Kontak
fasamediainformasi@gmail.com
+6285816161601
