Maxime Bouttier Pertama Kali Main Drum di Single AURA, Kolaborasi Bareng Winky Wiryawan dan Afgan

Maxime Bouttier mencoba pengalaman baru dengan bermain drum dalam single AURA. Berkolaborasi dengan Winky Wiryawan dan Afgan, proyek ini menjadi momen menyegarkan dalam perjalanan bermusiknya.

ENTERTAINMENT

Redaksi Fasamedia

10/6/20264 min read

Jakarta, Fasamedia — Maxime Bouttier menghadirkan pengalaman baru dalam perjalanan bermusiknya melalui single AURA. Tidak sendiri, Maxime menggandeng Winky Wiryawan dan Afgan dalam sebuah kolaborasi yang memadukan musik funk-dance dengan sentuhan RnB.

Single tersebut resmi dirilis pada 2 Oktober 2026 dan sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Menariknya, proyek musik ini menjadi pengalaman tersendiri bagi Maxime karena untuk pertama kalinya ia mengambil bagian sebagai pemain drum.

Selama ini, Maxime lebih dikenal memainkan gitar ketika terlibat dalam aktivitas bermusik. Namun, melalui AURA, ia mencoba mengeksplorasi instrumen berbeda dengan mengambil kendali tempo melalui permainan drum.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu cerita menarik di balik proses produksi lagu yang mempertemukan tiga figur dengan karakter dan latar belakang musik berbeda.

Maxime mengaku senang bisa kembali terlibat dalam sebuah karya musik setelah cukup lama tidak menjalani aktivitas tersebut.

“Happy banget bahwa lagu AURA dibuka dengan beat drum, dan ini untuk pertama kalinya aku bermain drum. Setelah lama tidak main musik, ini jadi karya yang refresh untuk aku, dan aku berharap juga bisa menginspirasi orang yang mendengarkan untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya, tanpa perlu takut di-judge,” ujar Maxime Bouttier.

Keterlibatan Maxime tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi bagian penting dari karakter musik AURA yang dibangun dengan energi funk dan dance.

Kolaborasi Bermula dari Pertemuan di Konser Afgan

Lahirnya single AURA ternyata berawal dari sebuah pertemuan tidak terencana. Ide kolaborasi tersebut muncul ketika Winky Wiryawan dan Maxime Bouttier menghadiri Konser Retrospektif Afgan pada Juli 2026.

Saat bertemu Afgan di area backstage, Winky dan Maxime secara spontan mengutarakan keinginan untuk membuat proyek musik bersama.

Obrolan tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah gagasan kolaborasi yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk single.

Winky mengungkapkan bahwa dirinya dan Maxime memiliki kesamaan selera musik, terutama dalam ranah musik keras atau heavy rock. Sementara itu, ketertarikannya terhadap Afgan lebih banyak dipengaruhi oleh musik funk dan RnB.

“Awalnya dari iseng-iseng ngobrol spontan di backstage, untuk bikin sesuatu bareng. Aku dan Maxime sebenarnya punya irisan musik yang mirip di skena musik keras. Kami berdua sama-sama suka musik heavy rock, sementara kalau aku dengan Afgan, tentunya aku juga menyukai funk dan RnB,” ujar Winky Wiryawan.

Setelah pembicaraan tersebut, Winky dan Maxime mulai mengirimkan sejumlah demo aransemen musik kepada Afgan.

Namun, proses kreatif mereka tidak langsung menghasilkan lagu yang disepakati bersama. Dari beberapa demo yang dikirimkan, belum ada satu pun yang dianggap benar-benar mewakili karakter ketiganya.

Mereka kemudian memutuskan melakukan jamming session. Dari sesi bermain musik bersama itulah, ide yang sebelumnya hanya berupa obrolan spontan akhirnya menemukan bentuknya.

Momen tersebut menjadi awal terciptanya AURA, sebuah lagu yang menyatukan karakter musikal Winky, Afgan, dan Maxime.

Winky Wiryawan Produseri AURA Bersama Kamga

Dalam proses produksinya, AURA diproduseri oleh Winky Wiryawan bersama Kamga. Keduanya mengembangkan komposisi musik dengan pendekatan funk yang dipadukan dengan elemen dance.

Winky juga turut mengisi bagian gitar, sementara Maxime memainkan drum. Untuk bagian vokal, Afgan menjadi sosok utama yang membawakan lagu sekaligus menulis liriknya.

Perpaduan tersebut menghasilkan karakter musik yang enerjik dengan warna vokal RnB khas Afgan.

Secara konsep, AURA tidak hanya menawarkan musik yang menyenangkan untuk didengarkan. Lagu ini juga mengangkat gagasan tentang seseorang yang mampu memancarkan energi positif kepada orang-orang di sekitarnya.

Inspirasi penulisan lirik datang dari sosok-sosok yang memiliki aura kuat dan dapat membuat lingkungan di sekelilingnya ikut merasa senang.

Melalui pesan tersebut, ketiganya ingin mengajak pendengar untuk lebih percaya diri memperlihatkan keunikan masing-masing.

Afgan Sempat Meminta Rekaman Ulang Vokal

Di balik proses produksi yang berjalan relatif lancar, ada cerita menarik yang dialami Afgan ketika pengerjaan lagu hampir memasuki tahap mixing.

Afgan tiba-tiba meminta untuk melakukan rekaman ulang vokal pada tengah malam. Keputusan tersebut diambil karena ia merasa masih ada bagian yang belum sempurna dari hasil rekaman sebelumnya.

Saat pengambilan vokal pertama, Afgan sedang dalam kondisi sakit. Hal tersebut membuatnya merasa belum mendapatkan hasil yang benar-benar sesuai dengan keinginannya.

“Prosesnya berjalan mulus sebenarnya, dari ketika Winky dan Maxime ngajak untuk bikin proyek senang-senang bareng. Tapi, ada momen lucu saat lagu ini sudah mau di-mixing. Aku tiba-tiba tengah malam minta rekam ulang bagian vokal. Karena aku merasa masih ada yang kurang sempurna, karena di saat rekaman pertama aku lagi sakit. Ternyata setelah take vocal ulang itu, aku lebih puas dengan hasilnya, seperti yang sekarang di release. Semoga kalian semua yang mendengarkan karya ini juga suka ya!” ungkap Afgan.

Cerita tersebut menunjukkan bagaimana ketiganya tetap memberikan perhatian terhadap kualitas hasil akhir meskipun proyek ini sejak awal dimulai dengan semangat bersenang-senang.

Tiga Karakter Aura dalam Satu Lagu

Salah satu konsep utama yang diangkat dalam single ini adalah penggabungan tiga aura berbeda dari masing-masing personel kolaborasi.

Winky digambarkan memiliki karakter energetic eclectic. Afgan dikenal dengan aura elegance perfection, sedangkan Maxime membawa easy going charisma.

Ketiga karakter tersebut kemudian disatukan dalam satu karya yang diharapkan mampu menghasilkan maximum aura points.

Melalui AURA, mereka ingin menyampaikan bahwa setiap orang memiliki keunikan tersendiri yang tidak perlu disembunyikan atau dibandingkan dengan orang lain.

Maxime juga berharap lagu ini bisa menginspirasi pendengar untuk menunjukkan jati diri tanpa merasa khawatir terhadap penilaian orang lain.

Berpeluang Dibawakan Secara Live

Setelah perilisan single AURA, Winky, Afgan, dan Maxime mulai merencanakan perjalanan berikutnya. Mereka juga membuka kemungkinan untuk membawakan lagu tersebut secara langsung di atas panggung.

Meski demikian, untuk saat ini ketiganya ingin terlebih dahulu menikmati respons pendengar terhadap kolaborasi yang telah mereka hadirkan.

“Kami mau menikmati dulu, bagaimana respons orang-orang dari energi musik kami bertiga. Semoga ini juga bisa jadi lagu yang menemani mereka untuk berangkat kerja atau penyemangat saat mengalami bad day,” tambah Winky.

Dengan pengalaman baru Maxime bermain drum, karakter vokal Afgan, serta sentuhan musikal Winky, AURA menjadi kolaborasi yang mempertemukan berbagai warna musik dalam satu komposisi.

Single AURA kini sudah dapat didengarkan melalui seluruh platform streaming digital sejak 2 Oktober 2026. Lagu ini sekaligus menjadi ajakan bagi pendengar untuk memancarkan energi positif dan berani menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda