Memburu Pemangsa Ajak Warga Blok M Memburu Pemangsa Lewat Pengalaman Imersif
Bukan cuma ditonton di bioskop, dunia Memburu Pemangsa dibawa ke ruang nyata lewat immersive experience bersama XSpace Indonesia di Pasaraya Blok M.
FILM


Jakarta, Fasamedia — Menjelang tayang di bioskop pada 24 September 2026, film Memburu Pemangsa persembahan Sinemaku Pictures menghadirkan cara berbeda untuk mendekatkan cerita film kepada masyarakat.
Selain memperkenalkan trailer dan poster, film yang mengangkat isu kejahatan terhadap anak tersebut membawa dunia cerita ke ruang publik melalui kolaborasi dengan XSpace Indonesia di Pasaraya Blok M.
Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat merasakan pengalaman berburu yang terinspirasi dari film Memburu Pemangsa. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi diajak terlibat dalam misi investigasi dan perburuan melalui permainan interaktif.
Pengalaman imersif tersebut memadukan role-play, teka-teki dan elemen horor interaktif. Nuansa horror-crime-action yang menjadi bagian dari film dihadirkan dalam bentuk permainan yang dapat dirasakan secara langsung oleh pengunjung.
Program immersive experience Memburu Pemangsa berlangsung pada 14 September hingga 11 Oktober 2026 di XSpace Pasaraya Blok M. Melalui kolaborasi ini, penonton nantinya dapat merasakan pengalaman berburu seperti empat jurnalis yang menjadi karakter dalam film. Dengan demikian, cerita Memburu Pemangsa tidak hanya berhenti di layar bioskop, tetapi diperluas menjadi pengalaman interaktif di dunia nyata.
Sebelum menghadirkan pengalaman tersebut, Memburu Pemangsa juga menggelar talkshow bersama warga Blok M. Kegiatan tersebut dipandu oleh ‘Gubernur Blok M’ Arvino dan salah satu personel trio NPD, Niky Putra.
Dalam kesempatan itu, trailer dan poster film diperkenalkan kepada publik. Diskusi turut menghadirkan jajaran pemeran, yaitu Laura Basuki, Taskya Namya, Yasamin Jasem dan Rifnu Wikana.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan film, tetapi juga menyentuh isu keamanan anak yang menjadi salah satu pesan utama Memburu Pemangsa.
Laura Basuki menilai persoalan kejahatan terhadap anak perlu dilihat sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan bahwa kejahatan dapat terjadi di berbagai tempat dan waktu sehingga keamanan anak tidak semestinya hanya dibebankan kepada anak itu sendiri.
“Dari film ini saya merasa bahwa manusia itu bisa lebih keji daripada setan sebenarnya. Jadi kejahatan itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Rasanya kasihan dan miris, ketika anak-anak yang harus terus aware menjaga diri mereka. Jangan terus menerus menyalahkan ‘Oh mungkin karena dia jalan sendiri', 'Oh karena dia pakai baju terlalu terbuka’, ya yang dibenerin harusnya kita sebagai orang dewasa, dan orang dewasa harus ikut menjaga keamanan anak-anak,” ujar Laura Basuki.
Pesan mengenai perlindungan anak tersebut menjadi bagian dari kampanye #JagaAnakAnak yang dibawa Sinemaku Pictures menjelang penayangan film.
Kampanye tersebut sebelumnya juga menyasar lingkungan pendidikan melalui program #JagaAnakAnak Goes to School. Dalam dua hari, sekitar 3.000 siswa dari SMK Pustek Serpong dan SMAN 2 Kota Serang mengikuti edukasi mengenai perlindungan anak.
Kegiatan di sekolah dikemas melalui talkshow dan game interaktif. Sutradara Umay Shahab, pemeran Taskya Namya, serta Sadam Permana turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Umay menjelaskan bahwa kampanye di sekolah merupakan upaya untuk mengajak siswa saling menjaga diri dan lingkungan dari ancaman yang dapat membahayakan anak.
“Kementerian PPPA mencatat 35.920 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang 2025. Kasus-kasus ini banyak terjadi di ruang terdekat anak,” ujar Umay Shahab.
Menurut Umay, isu tersebut memiliki kedekatan personal dengannya. Ia mengungkapkan pernah melihat anak-anak seusianya menjadi korban kekerasan ketika masih kecil.
“Ketika saya kecil pun, banyak melihat anak-anak seumuran saya yang menjadi korban dari kekerasan para penjahat. Itu yang membuat kenapa saya merasa penting, saat memiliki kesempatan, membuat film yang menjadi keresahan saya dan banyak orang. Dan cerita serta isu sepenting ini belum ada yang mengangkatnya,” tambah Umay.
Kampanye #JagaAnakAnak masih akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah di berbagai kota. Sinemaku Pictures berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa, guru dan masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Selain sekolah dan ruang publik, kampanye juga diperluas melalui kolaborasi dengan Kopi Nako. Mulai 7 September 2026, sebanyak 1 juta cup Kopi Nako x Memburu Pemangsa tersedia di 57 gerai Kopi Nako di berbagai wilayah Indonesia. Chief Creative & Marketing Kanma Group, Robert Wanasida, menyebut kolaborasi tersebut menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan perlindungan anak melalui media visual yang dekat dengan masyarakat.
“Ketika diajak bekerja sama dengan Sinemaku Pictures, kami sangat tertarik karena mempunyai pesan yang sangat positif. Bagaimana menyuarakan isu tentang #JagaAnakAnak untuk bisa cepat sampai langsung ke masyarakat, yaitu dalam bentuk visual, yang disampaikan dalam sebuah cup. Biarkan cup Kopi Nako berbicara kepada customer kami. Terkadang, sebuah pesan yang baik bisa dimulai dari hal kecil yang kita temui sehari-hari,” ujar Robert.
Sementara itu, pengembangan cerita Memburu Pemangsa juga dilakukan melalui riset. Sinemaku Pictures melibatkan Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi TPPO Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya tim film untuk menyentuh isu yang nyata dalam pengembangan cerita.
Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang mulai 24 September 2026 di bioskop Indonesia.
Sementara pengalaman imersif bersama XSpace Indonesia dapat dinikmati masyarakat mulai 14 September hingga 11 Oktober 2026 di XSpace Pasaraya Blok M. Dengan berbagai aktivitas tersebut, Memburu Pemangsa berusaha memperluas pengalaman penonton sekaligus membawa pesan #JagaAnakAnak ke ruang yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Informasi
Berita, event, kuliner, entertainment terkini
Kontak
fasamediainformasi@gmail.com
+6285816161601
