Nobody Loves Kay Angkat Kisah Nyata ONIC Kairi, Film Esports yang Lebih dari Sekadar Game

Terinspirasi dari perjalanan hidup ONIC Kairi, Nobody Loves Kay hadir sebagai film yang mengangkat perjuangan anak muda dalam mengejar mimpi. Bukan hanya tentang esports, film ini juga berbicara tentang keluarga, persahabatan, dan pengorbanan.

FILM

Redaksi Fasamedia

5/31/20262 min read

Jakarta, Fasamedia – Dunia perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang mengangkat tema esports dengan pendekatan yang berbeda. Film Nobody Loves Kay yang terinspirasi dari perjalanan hidup ONIC Kairi resmi memperkenalkan diri kepada publik melalui Gala Premiere yang digelar di Senayan City XXI, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026).

Acara tersebut berlangsung meriah dan dipenuhi antusiasme penonton. Namun di balik kemegahannya, malam itu juga dipenuhi suasana haru yang tak terduga. Banyak penonton terlihat meneteskan air mata setelah menyaksikan kisah perjuangan Kay yang ditampilkan di layar lebar.

Film ini merupakan hasil kolaborasi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, serta Visinema Pictures. Mengambil inspirasi dari kehidupan nyata ONIC Kairi, film ini menyoroti perjalanan seorang anak muda yang harus menghadapi berbagai tantangan demi mengejar mimpi yang dianggap tidak lazim oleh lingkungannya.

Berbeda dengan ekspektasi sebagian orang yang menganggap film ini hanya berfokus pada dunia kompetitif Mobile Legends, Nobody Loves Kay justru menghadirkan cerita yang lebih universal. Persahabatan, keluarga, pengorbanan, dan perjuangan hidup menjadi elemen utama yang membuat film ini mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Salah satu tamu undangan mengaku terkejut dengan kedalaman cerita yang ditampilkan.

“Jujur awalnya mengira ini cuma film tentang game biasa. Tapi ternyata salah besar. Aku sampai nangis melihat dinamika persahabatan mereka yang retak karena ambisi, dan bagaimana seorang anak yang hidup berkekurangan bisa berjuang sekeras itu demi menggapai mimpinya,” katanya.

Kesuksesan film menyentuh emosi penonton juga dirasakan langsung oleh ONIC Kairi. Pemain profesional asal Filipina tersebut hadir dalam Gala Premiere dan menyaksikan sendiri bagaimana kisah hidupnya diterima oleh publik Indonesia.

“Nggak nyangka orang-orang bisa merasa sedekat itu dengan kisah perjuangan aku. Terima kasih untuk semua yang terlibat di film ini, sudah memberikan experience yang luar biasa ini,” ujar Kairi.

Sutradara Bernardus Raka menjelaskan bahwa film ini memang dibuat untuk menghadirkan suara bagi mereka yang tumbuh tanpa banyak privilese. Menurutnya, karakter Kay merepresentasikan banyak anak muda yang berjuang dari titik nol.

“Saya mengangkat kisah ini karena perjuangan Kay di sini dekat sekali dengan kita. Seorang anak pekerja migran, lahir tanpa privilege, tapi bisa mewujudkan mimpinya yang sering sekali disepelekan, diremehkan banyak orang, termasuk orangtuanya sendiri. Kay adalah representasi dari kita semua yang berani bermimpi,” jelas Bernardus.

Sebagai sutradara debutan film panjang, Bernardus membawa pendekatan visual yang selama ini dikenal melalui karya-karya video musiknya. Hasilnya, Nobody Loves Kay hadir dengan visual yang emosional namun tetap membumi. Gala Premiere turut dihadiri sederet nama besar industri film Indonesia. Para produser dan eksekutif produser seperti Giovanni Rahmadeva, M. Faisal Hibatullah, Nick Musa, Zhafran Solichin, Justin Widjaja, dan Angga Dwimas Sasongko hadir mendukung penayangan perdana tersebut.

Di sisi pemain, film ini diperkuat oleh Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, Ariyo Wahab, Mian Tiara, Dewa Dayana, Elly D. Lutan, Basboi, dan Ayastrophile. Kehadiran Melati Sesilia serta Dwi Woii juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi komunitas esports yang hadir.

Dengan dukungan musik original scoring dari Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli, film ini berhasil menghadirkan pengalaman sinematik yang menyentuh. Nobody Loves Kay akan tayang serentak mulai 4 Juni 2026 di seluruh bioskop Indonesia dan diprediksi menjadi salah satu film bertema perjuangan anak muda yang paling banyak diperbincangkan tahun ini.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda