“Nobody Loves Kay”: Kisah Emosional Dunia Esports yang Lebih dari Sekadar Game

Nobody Loves Kay membongkar stigma dunia esports lewat cerita tentang tekanan keluarga, persahabatan, dan pilihan hidup. Film ini terinspirasi dari perjalanan ONIC Kairi.

FILM

Redaksi Fasamedia

4/28/20262 min read

Jakarta, Fasamedia – Film Nobody Loves Kay resmi memperkenalkan teaser trailer perdananya, menghadirkan perspektif baru tentang dunia esports yang jarang diangkat ke layar lebar. Film ini merupakan hasil kolaborasi ONIC dengan Migunani Cinema Cult, Folago Pictures, Qun Films, dan Visinema Pictures.

Terinspirasi dari perjalanan ONIC Kairi, film ini mencoba membongkar stigma terhadap profesi esports yang masih sering dianggap tidak serius oleh sebagian masyarakat. Alih-alih sekadar menampilkan pertandingan, film ini menyuguhkan konflik personal yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Tekanan keluarga, pilihan hidup, hingga pencarian jati diri menjadi inti cerita.

Tokoh Kay, diperankan oleh Bima Azriel, adalah seorang pemain berbakat yang memilih jalan sebagai pro player Mobile Legends. Namun pilihannya tersebut justru memicu konflik dengan orang tua yang menginginkan masa depan berbeda.

Ancaman untuk dipindahkan ke Arab Saudi menjadi salah satu titik balik penting dalam cerita. Di saat yang sama, Kay harus menjaga hubungan dengan dua sahabatnya, Ido dan Aurelio, yang diperankan oleh Rey Bong dan Joshia Frederico.

Persahabatan yang awalnya solid perlahan retak akibat ambisi dan tekanan. Kay bahkan harus menghadapi kenyataan pahit ketika dikeluarkan dari timnya sendiri.

Kondisi tersebut membawa Kay ke titik nadir, di mana ia hampir menyerah dan meninggalkan mimpinya. Namun, justru di momen itulah ia memilih untuk bangkit dan membuktikan dirinya.

Film ini menegaskan bahwa perjuangan seorang pemain esports tidak hanya terjadi di dalam game, tetapi juga di kehidupan nyata. Sebagai organisasi esports, ONIC melihat film ini sebagai langkah penting untuk memperluas peran mereka.

ONIC menegaskan bahwa mereka tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga ingin menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkembang. Film ini menjadi bukti bahwa esports kini telah berevolusi menjadi bagian dari industri kreatif.

Sutradara Bernardus Raka menyampaikan bahwa film ini memiliki cakupan cerita yang luas.

“Topik mengenai persahabatan, keluarga, percintaan, dan pengorbanan akan menjadi landasan utama kami dalam membentuk cerita dan keseluruhan karakter, agar dapat diterima oleh banyak penonton,” ujarnya.

Selain menghadirkan aktor muda, film ini juga didukung oleh Aurora Ribero, serta aktor senior seperti Ariyo Wahab, Mian Tiara, dan Melati Sesilia. Kehadiran mereka memperkuat dinamika cerita, khususnya dalam menggambarkan konflik keluarga yang menjadi salah satu inti narasi.

Teaser trailer film ini telah dirilis melalui media sosial resmi, sementara teaser poster akan menyusul pada 30 April 2026.

Dengan cerita yang relevan dan emosional, Nobody Loves Kay berpotensi menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka perspektif baru tentang dunia esports di Indonesia.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.