Nobody Loves Kay Siap Tayang Juni 2026, Drama E-sport yang Angkat Luka dan Ambisi Anak Muda
Bukan sekadar film tentang gim, Nobody Loves Kay menghadirkan kisah emosional tentang anak muda yang berjuang mempertahankan mimpi di tengah tekanan dan cibiran. Trailer perdana film ini langsung mencuri perhatian publik.
FILM


Jakarta, Fasamedia – Dunia e-sport Indonesia menjadi inspirasi lahirnya film drama terbaru berjudul Nobody Loves Kay. Film produksi ONIC bersama Visinema Pictures dan sejumlah rumah produksi lainnya ini resmi memperkenalkan official trailer dan poster kepada publik dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta.
Film garapan sutradara Bernardus Raka tersebut mengangkat kisah seorang pemuda bernama Kay yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia kompetitif e-sport sekaligus tekanan sosial dari lingkungan sekitarnya.
Berbeda dari film bertema gim pada umumnya, Nobody Loves Kay justru lebih fokus pada sisi emosional karakter. Film ini menampilkan bagaimana mimpi yang dianggap “tidak realistis” seringkali menjadi sumber konflik antara anak muda dengan keluarga maupun masyarakat.
Dalam keterangannya, Bernardus Raka mengatakan bahwa film ini dibuat untuk memberi ruang bagi suara anak muda yang selama ini sering dipandang sebelah mata karena memilih jalan hidup berbeda.
“Cerita Kay bagi saya adalah cerita yang universal. Banyak dari kita memiliki mimpi yang dianggap tidak konvensional, begitu juga dengan saya. Melalui film ini, saya ingin memberi suara dan apresiasi bagi mereka yang tetap berani berusaha serta setia pada jalur yang telah mereka pilih,” ujarnya.
Inspirasi cerita berasal dari perjalanan hidup ONIC Kairi yang dikenal sebagai salah satu pro player sukses di Indonesia. Namun film ini tidak dibuat sebagai biografi langsung, melainkan drama yang merepresentasikan keresahan generasi muda dalam mengejar pengakuan.
Tokoh Kay diperankan Bima Azriel yang tampil dengan karakter emosional dan penuh tekanan batin. Dalam konferensi pers, Bima mengaku merasa sangat dekat dengan perjuangan Kay.
“Saya merasa sangat terkoneksi dengan perjalanan Kay. Bagaimana ambisi dan rasa lapar untuk membuktikan diri benar-benar merefleksikan apa yang dialami banyak orang saat ini,” katanya.
Menurutnya, karakter Kay menunjukkan bahwa mimpi besar sering datang bersama rasa sakit dan kesepian. Namun justru dari titik itulah seseorang belajar bertahan.
Trailer yang dirilis memperlihatkan perjalanan Kay menghadapi penolakan, kegagalan, dan tekanan mental saat mencoba menjadi pemain profesional. Potongan adegan kompetisi e-sport dipadukan dengan drama personal yang intens membuat film ini terasa emosional sekaligus relevan dengan kehidupan generasi muda.
Secara visual, trailer menampilkan nuansa modern dengan sinematografi yang kuat. Beberapa adegan memperlihatkan atmosfer turnamen e-sport yang penuh tensi, sementara adegan lain menyoroti sisi rapuh karakter utama ketika harus menghadapi rasa takut gagal.
Selain Bima Azriel, film ini juga dibintangi Rey Bong, Joshia Frederico, Aurora Ribero, serta Melati Sesilia. Tak hanya itu, kehadiran Mian Tiara dan Elly D. Lutan menambah kekuatan akting lintas generasi dalam film ini. Musisi Baskara Basboi dan Ayastrophile juga ikut memberikan sentuhan unik dalam proyek tersebut.
Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi salah satu daya tarik utama film. Tidak hanya menyasar penggemar e-sport, Nobody Loves Kay juga ingin menjangkau penonton umum yang menyukai drama emosional bertema keluarga, persahabatan, dan pencarian jati diri.
Film ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana perkembangan industri e-sport kini mulai diterima sebagai bagian dari budaya populer Indonesia. Jika dulu profesi gamer profesional sering dipandang sebelah mata, kini dunia tersebut telah berkembang menjadi industri besar dengan jutaan penggemar. Melalui karakter Kay, penonton diajak melihat sisi lain dari dunia kompetitif itu: perjuangan mental, rasa kesepian, tekanan sosial, dan kebutuhan untuk terus membuktikan diri.
Di akhir trailer, muncul pertanyaan penting mengenai pilihan hidup Kay. Apakah ia akan terus bertahan demi mimpinya, atau justru kehilangan dirinya sendiri karena ambisi yang terlalu besar? Jawaban atas pertanyaan tersebut baru akan terungkap saat Nobody Loves Kay resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
