Pabrik Rambut Tayang Perdana di Berlinale, Film Horor Fantasi Indonesia Mendunia

Disutradarai Edwin, film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) akan diputar perdana di Berlinale 2026 dalam program Special Midnight.

FILM

Redaksi Fasamedia

1/18/20262 min read

Fasamedia — Palari Films kembali membawa karya terbarunya ke panggung internasional. Film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) resmi diumumkan akan menjalani world premiere di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film ini menjadi film panjang ketiga karya Edwin yang ditayangkan di festival film bergengsi tersebut.

Pemutaran perdana film ini akan berlangsung dalam program Berlinale Special Midnight, sebuah kategori yang menampilkan film-film terkurasi dengan pendekatan sinema yang unik dan inovatif. Program ini dikenal memberi ruang bagi film genre untuk tampil di hadapan audiens global yang lebih luas.

Edwin menyebut Berlinale sebagai festival yang memiliki makna penting dalam perjalanan kariernya. Ia menyampaikan rasa syukur karena kembali dipercaya menampilkan karyanya di ajang internasional tersebut. Menurutnya, pemutaran perdana ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) ke penonton dunia.

Film ini menghadirkan jajaran pemain yang kuat, mulai dari Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, hingga Sal Priadi. Selain itu, film ini juga memperkenalkan Luqman Hakim sebagai wajah baru di layar lebar. Kehadiran para aktor ini memperkaya eksplorasi cerita horor fantasi yang diusung.

Dalam trailer internasionalnya, penampilan Iqbaal Ramadhan menjadi sorotan. Ia tampil dengan karakter yang sangat berbeda dari peran-peran sebelumnya, memberikan nuansa segar sekaligus mengejutkan bagi penonton yang telah mengikuti kariernya selama ini.

Naskah Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, serta menjadi proyek ko-produksi internasional yang melibatkan lima negara, yaitu Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis.

Produser Meiske Taurisia menilai pemutaran di Berlinale Special Midnight sebagai momentum penting. Ia menyebut program ini tidak hanya bergengsi, tetapi juga lebih terbuka bagi penonton luas, sehingga film ini bisa menjangkau audiens internasional dengan lebih efektif.

Berlinale sendiri bukan tempat baru bagi Edwin dan karya-karyanya. Sebelumnya, Kebun Binatang (Postcards from the Zoo) berkompetisi di Main Competition Berlinale, sementara Aruna & Lidahnya dan film pendek Trip to the Wound juga pernah diputar di festival ini.

Setelah pemutaran perdananya di Berlin, Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Palari Films berharap film ini dapat diterima oleh penonton lokal sekaligus memperluas jejak film Indonesia di pasar internasional.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.