Pilip Tenonet Kembangkan Karier di Dunia Produksi Lewat Film Sisa Waktu Senja
Film Sisa Waktu Senja hadir membawa kisah perjuangan dua remaja menghadapi perundungan dan ketidakadilan di sekolah. Di balik layar, proyek ini menjadi langkah penting Pilip Tenonet dalam mengembangkan kariernya sebagai produser film.
FILM


Jakarta, Fasamedia – Nama Pilip Tenonet selama ini identik dengan profesi casting director. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia mulai memperluas perannya di industri perfilman Indonesia dengan terjun sebagai produser.
Langkah tersebut kembali diwujudkan melalui film terbaru berjudul Sisa Waktu Senja. Film produksi Seev Entertainment, Langit Pictures, MariPro, dan Kesan Sinema itu telah menyelesaikan tahap pascaproduksi dan dijadwalkan tayang pada tahun ini.
Bagi Pilip, proyek ini memiliki arti penting karena menjadi bagian dari perjalanan barunya di balik layar sebagai produser.
“Alhamdulillah, film Sisa Waktu Senja sudah siap tayang tahun ini. Ini adalah langkah baru saya sebagai produser film. Banyak pengalaman baru yang menantang dan membuat saya belajar,” ujarnya.
Perjalanan menuju kursi produser tidak datang begitu saja. Setelah terlibat dalam produksi film Desa Mati, Pilip merasa semakin tertantang untuk mengambil peran lebih besar dalam proses kreatif sebuah film.
Ketika mendapatkan kesempatan terlibat dalam Sisa Waktu Senja, ia langsung melihat potensi besar dari cerita yang ditawarkan.
“Cerita ini tuh komplit dari persahabatan, cinta, daya juang, semua ada untuk membentuk drama yang utuh. Saya merasa rugi kalau tidak jadi bagian dari film ini. Jadi saya putuskan untuk ikut menjadi produser,” katanya.
Kisah Remaja yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Film yang disutradarai Husni Ramdan ini mengangkat cerita mengenai Alana dan Bara, dua remaja yang harus menghadapi ketidakadilan dan perundungan di lingkungan sekolah.
Cerita tersebut dipilih karena dinilai sangat dekat dengan realitas kehidupan generasi muda saat ini. Perundungan masih menjadi persoalan yang kerap terjadi dan meninggalkan dampak psikologis yang tidak sedikit.
Melalui perjalanan Alana dan Bara, penonton akan diajak melihat bagaimana tekanan sosial dapat memengaruhi kehidupan seseorang sekaligus bagaimana dukungan dan persahabatan menjadi kekuatan untuk bangkit.
Film ini tidak hanya menyajikan konflik yang emosional, tetapi juga menghadirkan perjalanan karakter yang penuh makna.
Hubungan antartokoh dibangun secara kuat sehingga menciptakan cerita yang lebih hidup dan realistis.
Deretan Pemain Muda dan Senior
Salah satu daya tarik utama film ini adalah kehadiran Keisya Levronka dan Kiesha Alvaro sebagai pemeran utama. Keduanya menjadi wajah utama yang membawa kisah Alana dan Bara ke layar lebar. Popularitas mereka di kalangan generasi muda menjadi nilai tambah yang diyakini mampu menarik perhatian penonton.
Selain itu, film ini juga dibintangi Yessica Tamara, Jason Jordan, Ahmad Nadhif, Dhea Ananda, Iva Deivanna, serta Nugie.
Keberagaman karakter yang dimainkan para aktor tersebut menjadi elemen penting dalam membangun kompleksitas cerita.
Menawarkan Pesan Tentang Ketahanan Diri
Lebih dari sekadar drama remaja, Sisa Waktu Senja menghadirkan pesan mengenai ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pilip menjelaskan bahwa setiap karakter dalam film ini memiliki cara berbeda dalam merespons masalah yang datang.
“Setiap karakter dalam film ini digambarkan memiliki cara masing-masing untuk bertahan, menerima, atau berdamai dengan situasi yang dihadapi,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, film ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman emosional yang kuat sekaligus memberikan inspirasi bagi penonton. Dengan cerita yang relevan, isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, serta jajaran pemain berbakat, Sisa Waktu Senja menjadi salah satu film Indonesia yang patut dinantikan tahun ini.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Informasi
Berita, event, kuliner, entertainment terkini
Kontak
fasamediainformasi@gmail.com
+6285816161601
