Sinopsis Film “Jangan Seperti Bapak”, Drama Action Keluarga Tayang Februari 2026
Tragedi, dendam, dan konflik keluarga berpadu dalam film Jangan Seperti Bapak yang akan tayang Februari 2026. Film ini mengajak penonton menyelami perjalanan seorang anak perempuan mengungkap kematian ayahnya di tengah konflik organisasi besar.
FILM


Fasamedia — Amazing Grace Production bersama Jayashree Movie Production dan EM Pictures resmi mengumumkan penayangan film Jangan Seperti Bapak pada 12 Februari 2026. Film bergenre drama action ini digarap oleh sutradara Daniel Tito Pakpahan. Dengan durasi 100 menit, film ini menawarkan kombinasi cerita emosional dan adegan aksi yang intens. Tema keluarga menjadi benang merah yang mengikat seluruh konflik dalam film.
Kisah bermula dari Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya runtuh dalam satu hari. Ayah yang selama ini menjadi figur penting dalam hidupnya tewas dibunuh tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20. Tragedi tersebut meninggalkan luka mendalam yang belum sempat sembuh. Angel kemudian terdorong untuk mencari kebenaran atas kematian sang ayah.
Dalam perjalanannya, Angel harus berhadapan dengan dunia yang jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan. Ia terjebak di antara dua organisasi besar yang saling berebut kekuasaan. Intrik, pengkhianatan, dan ancaman terus mengintai setiap langkahnya. Konflik yang dihadirkan berkembang semakin kompleks seiring terungkapnya rahasia demi rahasia.
Daniel Tito Pakpahan menjelaskan bahwa film ini dirancang untuk menyentuh sisi emosional penonton. Ia menegaskan bahwa Jangan Seperti Bapak tidak semata mengandalkan aksi fisik. “Kami ingin penonton merasakan tegangnya aksi, sekaligus pulang dengan emosi yang tertinggal,” kata Daniel. Pesan tentang luka keluarga dan pilihan hidup menjadi inti dari cerita.
Film ini dibintangi oleh Zee Asadel sebagai Angel yang menjadi pusat cerita. Perannya didukung oleh aktor berpengalaman seperti Verdi Solaiman dan Donny Damara. Aulia Sarah, Zack Lee, serta Irwan Chandra turut memperkuat dinamika konflik antar karakter. Kolaborasi pemain lintas generasi ini menciptakan keseimbangan antara emosi dan intensitas.
Nama Coach Justin juga menjadi sorotan dalam film ini. Untuk pertama kalinya, Justinus Lhaksana tampil dalam film layar lebar dengan peran spesial. Kehadirannya memberikan nuansa berbeda dan menarik perhatian publik. Penonton dapat melihat sisi lain dari figur yang selama ini dikenal di dunia olahraga.
Isu sosial menjadi elemen penting yang diangkat dalam Jangan Seperti Bapak. Fenomena judi online dan premanisme digambarkan sebagai bagian dari realitas konflik yang dihadapi Angel. Penggambaran ini memperkaya cerita dan membuatnya terasa dekat dengan kehidupan masyarakat. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenung.
Dari segi visual, film ini menawarkan kualitas produksi yang matang. Adegan action dirancang dengan koreografi yang rapi dan sinematografi yang mendukung ketegangan. Setiap detail visual diperhitungkan untuk memberikan pengalaman maksimal di bioskop. Hal ini menjadikan film ini layak dinikmati di layar lebar.
Diproduseri oleh Nico Rosto dan didukung jajaran eksekutif produser berpengalaman, Jangan Seperti Bapak siap menjadi tontonan spesial. Film ini dirilis berdekatan dengan momen Valentine dan Imlek, menjadikannya pilihan hiburan yang relevan. Dengan cerita penuh emosi dan plot twist yang sulit ditebak, film ini berpotensi meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.
