STIKes Pertamedika Gelar Disaster Nursing Workshop, Siapkan Perawat Tangguh Hadapi Situasi Darurat
Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut kesiapan tenaga kesehatan yang mumpuni. Melalui Disaster Nursing Workshop 2026, STIKes Pertamedika berupaya menyiapkan perawat yang sigap, adaptif, dan siap memberikan pelayanan terbaik dalam kondisi darurat.
EVENT


Fasamedia — Maraknya bencana alam di berbagai wilayah Indonesia menjadi tantangan serius bagi sistem pelayanan kesehatan. Perawat sebagai garda terdepan layanan kesehatan dituntut memiliki kesiapan khusus dalam menghadapi kondisi darurat. Menyadari hal tersebut, STIKes Pertamedika melalui Program Studi S1 Keperawatan menyelenggarakan Disaster Nursing Workshop 2026 pada 30–31 Januari 2026.
Workshop yang mengusung tema “Kesiapsiagaan dan Simulasi Tanggap Darurat” ini diikuti oleh 76 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perawat agar mampu memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan tepat dalam situasi bencana. Materi yang disajikan dirancang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan materi keperawatan bencana dan manajemen krisis kesehatan. Sesi ini membahas konsep dasar hingga strategi penanganan darurat yang terintegrasi. Selanjutnya, pada hari kedua, peserta mengikuti simulasi tanggap bencana yang dirancang menyerupai kondisi nyata untuk mengasah keterampilan praktis dan kerja tim.
Ketua STIKes Pertamedika, Ns. Maryati, S.Sos., S.Kep., MARS., dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana. Ia mencontohkan banjir dan tanah longsor yang baru-baru ini terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra serta banjir di Jakarta dan sekitarnya, yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan layanan kesehatan.
“Perawat dituntut tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga tangguh dan sigap dalam situasi krisis,” kata Maryati. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana harus menjadi bagian penting dalam praktik keperawatan sehari-hari.
Workshop ini menghadirkan narasumber berkompeten, antara lain R.M. Agung Saputra, S.K.M., dengan materi Rapid Health Assessment (RHA), Arti Novelia Trisnawati, S.H., M.M.B., yang membahas Manajemen Krisis Kesehatan, serta Umaruzzaman, S.Kep., Ns., M.K.M., CT., yang mengulas penanganan Mass Casualty Incident (MCI).
Melalui diskusi dan simulasi, peserta didorong untuk aktif berbagi pengalaman serta membangun pemahaman bersama terkait penanganan bencana. STIKes Pertamedika berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia keperawatan, sekaligus memperkuat peran perawat dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.


