Syuting di Tengah Puluhan Ribu Penonton, Operasi Pesta Copet Jadi Film Paling Nekat Imajinari

Bukan sekadar mengangkat cerita aksi, Operasi Pesta Copet mencuri perhatian lewat proses syuting yang dilakukan langsung di tengah festival musik Pestapora. Tanpa kesempatan mengulang adegan, kru dan pemain harus menangkap setiap momen secara real time.

FILM

Redaksi Fasamedia

7/14/20263 min read


Jakarta, Fasamedia – Rumah produksi Imajinari kembali menghadirkan gebrakan baru di industri perfilman Indonesia melalui Operasi Pesta Copet, film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. Tak hanya menawarkan cerita yang berbeda, film garapan sutradara Edy Khemod ini juga mencatatkan proses produksi yang tak biasa karena sebagian besar adegannya direkam langsung di tengah festival musik Pestapora, dengan latar puluhan ribu penonton sungguhan.

Melalui official trailer yang baru saja dirilis, penonton diajak melihat aksi empat anak muda yang membentuk komplotan copet amatir. Mereka adalah Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan, Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba).

Keempatnya menyamar sebagai penikmat musik demi menyusup ke tengah keramaian konser. Namun, tujuan mereka bukan menikmati penampilan musisi favorit, melainkan menjalankan aksi pencopetan telepon genggam para pengunjung festival.

Adegan demi adegan dalam trailer memperlihatkan bagaimana hasil curian dipindahkan secara berantai dari satu tangan ke tangan lain untuk menghindari kecurigaan. Di balik ketegangan tersebut, film ini juga menyelipkan cerita tentang persahabatan, solidaritas, serta tekanan ekonomi yang membuat seseorang mengambil keputusan berisiko.

Syuting di Festival Musik Nyata

Salah satu keunikan Operasi Pesta Copet adalah keputusan tim produksi menggunakan festival musik sungguhan sebagai lokasi utama syuting.
Alih-alih membangun set besar atau memanfaatkan ribuan figuran, kru memilih melakukan pengambilan gambar di Pestapora, festival musik yang dipadati puluhan ribu penonton.

Keputusan tersebut membuat suasana yang hadir dalam film terasa lebih hidup dan autentik. Keramaian penonton, panggung konser, hingga dinamika festival menjadi bagian dari cerita tanpa perlu direkayasa. Namun, pilihan itu juga menghadirkan tantangan besar bagi seluruh kru produksi.

Sebagai sutradara debutan, Edy Khemod harus memastikan setiap adegan dapat direkam dengan sempurna dalam kondisi yang serba terbatas. Tidak ada kesempatan mengulang momen karena aktivitas festival tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Kami harus merespons momen yang terjadi saat pengambilan gambar, karena tidak ada momen yang bisa diulang. Kami benar-benar harus capture moment dan no room for error sama sekali, itu yang kami bilang nekat juga," ujar Edy Khemod.

Pengalaman Khemod sebagai creative director dan show director berbagai pertunjukan musik di Indonesia menjadi bekal penting dalam mengatur ritme produksi di tengah keramaian festival.
Ide yang Disiapkan Sejak 2023

Produser Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa gagasan membuat Operasi Pesta Copet sebenarnya telah muncul sejak tahun 2023.
Namun, proyek tersebut baru dapat direalisasikan saat penyelenggaraan Pestapora 2025 karena membutuhkan persiapan yang sangat matang, mulai dari aspek teknis hingga koordinasi dengan penyelenggara festival.
Menurut Ernest, skala produksi yang begitu besar menjadikan film ini sebagai proyek paling ambisius dalam sejarah Imajinari.

"Ini adalah produksi film Imajinari ternekat. Syuting dengan skala besar, di dalam festival musik dengan ribuan penonton setiap harinya, tentunya membutuhkan kesiapan yang matang. Makanya ide yang sudah ada dari 2023 itu baru bisa kami eksekusi saat Pestapora 2025, karena benar-benar butuh persiapan yang sangat matang," kata Ernest Prakasa.

Ia juga menegaskan bahwa Operasi Pesta Copet tidak dibuat untuk memuliakan tindakan kriminal. Film ini justru berusaha mengajak penonton memahami latar belakang para pelaku, sekaligus memperlihatkan bagaimana tekanan ekonomi dapat memengaruhi pilihan hidup seseorang.
Iqbaal Ramadhan Jalani Latihan Khusus

Tak hanya menjadi pemeran utama, Iqbaal Ramadhan juga menjalani debut sebagai produser dalam film ini.
Demi menghasilkan adegan pencopetan yang meyakinkan, Iqbaal bersama Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba mengikuti workshop khusus bersama magician Bow Vernon.

Pelatihan tersebut membuat para pemain benar-benar menguasai teknik memindahkan barang secara cepat sehingga adegan yang ditampilkan tidak bergantung pada efek visual maupun rekayasa editing.

"Karena sejak awal kami tidak mau yang nyopet adalah editing-nya, jadi saya bersama pemeran lainnya memang benar-benar harus bisa nyopet. Kami latihan dan mendapatkan sesi latihan nyopet dari magician, Bow Vernon. Kami memang jadi punya skill untuk bisa nyopet," ujar Iqbaal Ramadhan.

Persiapan tersebut menunjukkan keseriusan seluruh pemain dalam membangun karakter yang autentik sehingga aksi para copet di layar terlihat natural.
Siap Ramaikan Bioskop Agustus 2026

Diproduksi oleh Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator, Operasi Pesta Copet memadukan unsur aksi, drama, komedi, dan kritik sosial dalam satu cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Film ini juga menjadi produksi dengan anggaran terbesar sepanjang sejarah Imajinari, rumah produksi yang sebelumnya sukses menghadirkan sejumlah film populer seperti Ngeri-Ngeri Sedap, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, hingga Agak Laen.

Dengan konsep yang berbeda, proses produksi yang menantang, serta deretan aktor muda berbakat, Operasi Pesta Copet diproyeksikan menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan pada 2026. Film ini akan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026, sementara perkembangan terbarunya dapat diikuti melalui akun Instagram @imajinari.id.
Kontributor: Ana Tasia
Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda