Tak Bisa Bohong Lagi! Kutukan Nenek Bikin Hidup Calon Gubernur Kacau dalam Film BAPAK PALING JUJUR

Terbiasa menjaga citra, seorang calon gubernur mendadak tak bisa berbohong setelah terkena kutukan sang nenek. Bersiaplah menyaksikan kekacauan Jonas Prakoso dalam film drama komedi BAPAK PALING JUJUR yang tayang 15 Oktober 2026.

FILM

Redaksi Fasamedia

10/9/20265 min read



Jakarta, Fasamedia — Bagaimana jadinya jika seorang calon gubernur mendadak tidak bisa berbohong? Bagi orang biasa, kondisi tersebut mungkin terdengar seperti ujian untuk menjadi pribadi yang lebih jujur. Namun, bagi seseorang yang terbiasa menjaga citra di hadapan publik, situasi itu bisa berubah menjadi persoalan besar.

Premis unik tersebut menjadi dasar cerita film drama komedi BAPAK PALING JUJUR, yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Film produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope ini mengikuti kehidupan Jonas Prakoso, calon gubernur yang diperankan oleh Andovi da Lopez. Kehidupan Jonas berubah drastis setelah sebuah kutukan dari neneknya membuat ia tidak lagi mampu berbohong.

Disutradarai oleh Fajar Nugros dengan skenario karya Rino Sarjono, BAPAK PALING JUJUR berdurasi 103 menit. Film ini menggabungkan situasi komedi yang absurd dengan persoalan mengenai kejujuran, kepercayaan, dan tanggung jawab atas perkataan.

Alih-alih hanya menjadikan ketidakmampuan berbohong sebagai sumber lelucon, film ini juga menggunakannya untuk menguji kehidupan seseorang yang selama ini terbiasa mengatur citra.

Kutukan yang Mengubah Kehidupan Jonas Prakoso

Jonas Prakoso bukanlah orang yang bisa berbicara sembarangan. Sebagai calon gubernur, ia terbiasa memperhatikan setiap kata yang disampaikan kepada orang lain.

Dalam dunia politik, cara seseorang berbicara dan membangun citra dapat memengaruhi bagaimana dirinya dipandang publik. Karena itu, menjaga perkataan menjadi bagian penting dari kehidupan Jonas.

Namun, rutinitas tersebut berubah setelah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.
Persoalannya, Jonas tidak hanya kehilangan kemampuan menyampaikan sesuatu yang tidak benar. Ia juga kehilangan filter yang biasanya membuat seseorang berpikir ulang sebelum berbicara.

Akibatnya, apa yang ada di dalam pikirannya dapat langsung keluar dari mulutnya. Ia tidak lagi leluasa menyimpan pendapat, menyusun jawaban, atau memilih cara penyampaian yang dianggap lebih aman.

Situasi tersebut menempatkan Jonas dalam berbagai keadaan yang sulit diprediksi.
Ketika ia harus berhadapan dengan urusan kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, maupun kehidupan pribadi, setiap perkataan berpotensi memunculkan masalah baru.

Hal yang mungkin dianggap biasa oleh orang lain bisa menjadi persoalan serius ketika diucapkan tanpa mempertimbangkan waktu, situasi, dan perasaan lawan bicara.

Dari sinilah konflik utama BAPAK PALING JUJUR berkembang. Jonas harus menghadapi kehidupan yang semakin rumit ketika ia tidak lagi bisa mengandalkan kebohongan atau menyaring perkataannya seperti sebelumnya.

Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan menarik: apakah mengatakan semua hal yang sebenarnya dipikirkan selalu merupakan tindakan yang tepat?

Komedi yang Berangkat dari Situasi Sehari-hari

Salah satu daya tarik film ini terletak pada situasi yang sebenarnya dekat dengan pengalaman banyak orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang kerap menghadapi pilihan antara berkata jujur dan menjaga perasaan orang lain. Ada kalanya sebuah pendapat perlu disampaikan secara terbuka, tetapi ada pula keadaan yang membutuhkan pertimbangan lebih matang.

Jonas menghadapi persoalan tersebut dalam bentuk yang jauh lebih ekstrem. Ia tidak memiliki keleluasaan untuk menentukan kapan harus mengatakan sesuatu dan kapan perlu menahan diri.

Akibatnya, situasi yang dihadapi Jonas berkembang menjadi kekacauan yang menghadirkan unsur komedi.

Namun, komedi dalam BAPAK PALING JUJUR tidak berdiri sendiri. Film ini menggunakan pengalaman Jonas untuk mengangkat pertanyaan tentang kebiasaan manusia dalam membangun hubungan, menjaga kepercayaan, dan mempertahankan citra.

Melalui karakter tersebut, penonton diajak melihat bahwa kejujuran tidak hanya berkaitan dengan isi perkataan, tetapi juga dengan cara seseorang bertanggung jawab atas apa yang disampaikannya.

Produser Cahaya Pictures Pertanyakan Fondasi Kesuksesan

Aoura Lovenson Chandra, produser BAPAK PALING JUJUR dari Cahaya Pictures, mengungkapkan pertanyaan mendasar yang ingin diangkat melalui film ini.

“Kalau kita membangun kehidupan dan kesuksesan kita di atas fondasi kebohongan, apa yang terjadi ketika suatu hari kita tidak bisa berbohong lagi?” ujar Aoura Lovenson Chandra.

Pertanyaan tersebut menjadi relevan dengan kondisi yang dialami Jonas. Selama ini, ia terbiasa menjaga citra sebagai calon pemimpin. Namun, ketika kemampuan untuk berbohong hilang, ia harus menghadapi kemungkinan bahwa berbagai hal yang selama ini dipertahankan tidak lagi berjalan sesuai rencana.

Aoura menilai kejujuran sebagai sesuatu yang tidak selalu mudah dijalankan. Meski demikian, nilai tersebut seharusnya menjadi komitmen, terutama bagi orang-orang yang mengemban tanggung jawab publik.

“Kejujuran memang mahal dan tidak selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukan sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab. Lewat film ini, kami ingin membicarakan hal tersebut dengan cara yang ringan dan menghibur, melalui kekacauan Jonas, penonton bisa tertawa, tetapi juga mungkin pulang dengan pertanyaan tentang arti kejujuran bagi dirinya sendiri,” sambungnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan yang ingin dibawa film ini. Isu integritas dan tanggung jawab disampaikan melalui cerita yang mudah diikuti, bukan semata-mata melalui pembahasan serius mengenai politik.

Dengan demikian, konflik Jonas tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi penonton untuk menilai arti kejujuran dalam kehidupan masing-masing.

Fajar Nugros: Kesuksesan di Atas Kebohongan Seperti Istana Pasir

Sutradara Fajar Nugros juga menyoroti hubungan antara kejujuran dan kepercayaan.
Menurutnya, pencapaian yang dibangun dengan kebohongan tidak memiliki fondasi yang kuat untuk menopang keberhasilan tersebut.

“Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir,” ujar Fajar Nugros.

Ia menjelaskan bahwa sesuatu yang terlihat baik dari luar belum tentu memiliki dasar yang kokoh.

“Pada akhirnya yang menentukan bukan hanya bagaimana sesuatu terlihat dari luar, tetapi juga fondasi yang menopangnya. Itulah yang menarik dari perjalanan Jonas: ketika fondasi yang selama ini ia bangun mulai runtuh, ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan dan pilihannya,” katanya.

Dalam perjalanan Jonas, citra yang selama ini dijaga menghadapi ujian ketika ia tidak lagi dapat mengendalikan perkataannya. Keadaan itu memaksanya berhadapan dengan akibat dari pilihan-pilihan yang telah dibuat. Pada saat bersamaan, penonton diajak melihat bahwa kepercayaan tidak cukup dibangun melalui penampilan atau kata-kata yang terdengar meyakinkan.

Kepercayaan juga berkaitan dengan fondasi yang menopang hubungan seseorang dengan orang lain.

Versi Indonesia dari Premis Film Brasil dan Korea Selatan

Sebelum hadir sebagai BAPAK PALING JUJUR, premis cerita serupa telah digunakan dalam film Brasil O Candidato Honesto pada 2014 dan film Korea Selatan Honest Candidate pada 2020.

Versi Indonesia ini membawa premis tersebut ke dalam karakter, situasi, dan humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.
Latar kampanye politik menjadi bagian penting dari cerita, tetapi persoalan yang dibahas tidak terbatas pada dunia politik. Film ini juga mengangkat kebiasaan manusia dalam menggunakan filter ketika berkomunikasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak selalu mengungkapkan semua hal yang dipikirkannya. Pertimbangan mengenai situasi, waktu, dan perasaan orang lain sering memengaruhi cara seseorang menyampaikan pendapat.

Jonas kehilangan kemampuan untuk melakukan pertimbangan tersebut. Keadaan ini membuatnya menghadapi berbagai konsekuensi yang tidak terduga.

Melalui situasi absurd tersebut, film ini menunjukkan bahwa kejujuran tetap perlu berjalan bersama tanggung jawab.

Bertabur Pemain, Tayang Mulai 15 Oktober 2026

Selain Andovi da Lopez sebagai pemeran Jonas Prakoso, film ini dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), Mieke Shahir, dan pemain lainnya.

Film berdurasi 103 menit ini disutradarai oleh Fajar Nugros, dengan skenario yang ditulis Rino Sarjono. Produksinya dikerjakan oleh Cahaya Pictures bersama Studio Antelope.

Bagi Cahaya Pictures, BAPAK PALING JUJUR merupakan film ketiga setelah 1 Imam 2 Makmum dan Pesugihan Sate Gagak.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Tiket sudah tersedia melalui berbagai aplikasi dan platform pemesanan tiket bioskop.

Dengan premis tentang calon gubernur yang kehilangan kemampuan berbohong, BAPAK PALING JUJUR menawarkan drama komedi yang memadukan kekacauan, kritik terhadap fondasi kesuksesan, dan refleksi mengenai tanggung jawab.

Perjalanan Jonas menjadi pengingat bahwa mempertahankan citra mungkin dapat dilakukan melalui berbagai cara, tetapi membangun kepercayaan membutuhkan fondasi yang lebih kuat daripada sekadar perkataan.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda