Teaser Poster Film Na Willa Resmi Dirilis, Angkat Nostalgia dan Imajinasi Anak Era 1960-an

Menghadirkan nostalgia Indonesia era 1960-an, film Na Willa resmi merilis teaser poster terbarunya. Visual unik ini menyoroti cara anak memaknai dunia dengan rasa kagum dan imajinasi. Na Willa siap menjadi film keluarga pilihan Lebaran 2026.

FILM

Redaksi Fasamedia

1/28/20262 min read

Fasamedia — Visinema Studios kembali memperkenalkan proyek film terbarunya berjudul Na Willa melalui perilisan teaser poster resmi. Film keluarga ini dijadwalkan tayang pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. Lewat poster terbarunya, Na Willa menawarkan pengalaman visual yang membawa penonton melihat dunia dari sudut pandang anak berusia enam tahun. Pendekatan ini menjadi ciri khas utama yang membedakan film ini dari film keluarga pada umumnya.

Teaser poster Na Willa menampilkan visual unik dengan permainan skala yang mencolok. Sosok Willa terlihat kecil di tengah benda-benda keseharian yang tampak jauh lebih besar, seperti radio, pisang, dan kaleng kerupuk. Objek-objek tersebut digambarkan seolah memiliki kekuatan magis dalam dunia anak. Visual ini merepresentasikan bagaimana imajinasi bekerja kuat pada usia dini.

Latar waktu Indonesia era 1960-an turut menjadi elemen penting dalam Na Willa. Dunia gang kecil tempat Willa tumbuh digambarkan sebagai ruang yang penuh kehangatan dan petualangan. Dari radio yang memutar lagu hingga kios langganan yang selalu terasa istimewa, setiap detail memiliki makna emosional. Pendekatan ini memperkuat nuansa nostalgia yang ingin dihadirkan film.

Produser film Na Willa, Anggia Kharisma, menyebut film ini sebagai ruang refleksi bagi penonton lintas usia. “Lewat sudut pandang Na Willa, kami ingin mengajak penonton kembali merasakan bagaimana melihat dunia dengan rasa kagum,” ujar Anggia. Ia menambahkan bahwa film ini lahir dari keinginan menghadirkan cerita keluarga yang tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan bersama.

Film ini disutradarai dan ditulis oleh Ryan Adriandhy, yang sebelumnya dikenal lewat kesuksesan Jumbo. Na Willa menjadi film live-action pertama yang ia sutradarai, sekaligus proyek personal yang mengeksplorasi dunia anak secara intim. Ryan menyebut bahwa perspektif anak menawarkan kejujuran emosi yang jarang ditemukan dalam cerita dewasa. Dari sanalah kekuatan narasi Na Willa dibangun.

“Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton menyusuri Indonesia di era 1960-an dari sudut pandang anak berusia enam tahun,” ujar Ryan Adriandhy. Ia menekankan bahwa hal-hal sederhana dapat terasa hidup dan magis ketika dilihat dengan rasa ingin tahu. Dunia kecil anak, menurutnya, menyimpan kemungkinan yang luas. Perspektif ini menjadi napas utama film.

Tokoh Willa diperankan oleh pendatang baru Luisa Adreena yang tampil polos dan natural. Ia didukung oleh jajaran pemain berpengalaman seperti Irma Rihi sebagai Mak dan Junior Liem sebagai Pak. Sejumlah aktor lain turut hadir, termasuk Ira Wibowo, Melissa Karim, hingga Putri Ayudya. Kehadiran mereka memperkaya dinamika keluarga dalam cerita.

Penulis buku Na Willa, Reda Gaudiamo, mengaku tersentuh melihat karyanya diadaptasi ke layar lebar. “Ada perasaan yang sangat hangat saat melihat cerita Na Willa hadir di layar lebar,” ujarnya. Ia menilai Visinema Studios berhasil menerjemahkan imajinasi Willa menjadi karya visual yang memeluk penonton. Adaptasi ini disebut tetap setia pada ruh cerita aslinya.

Melalui kisah tentang tumbuh dan perubahan, Na Willa menawarkan pesan yang relevan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Film ini mengajak penonton memahami bahwa keajaiban tidak selalu hilang, melainkan berpindah tempat. Dengan pendekatan yang lembut dan emosional, Na Willa siap menjadi tontonan keluarga pilihan saat Lebaran 2026.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.