Teaser Trailer “Titip Bunda di Surga-Mu” Suguhkan Konflik Keluarga Akibat Tekanan Hidup

Saat masalah hidup menumpuk, siapa yang paling mudah disalahkan? Teaser trailer Titip Bunda di Surga-Mu memperlihatkan konflik keluarga yang terasa sangat dekat dengan realita.

FILM

Redaksi Fasamedia

1/15/20261 min read

Jakarta, Fasamedia – Teaser trailer film Titip Bunda di Surga-Mu resmi dirilis oleh RRK Pictures bersama Spectrum Film dan Festival Pictures pada 9 Januari 2026. Cuplikan ini memperlihatkan konflik keluarga yang lahir dari tekanan ekonomi, miskomunikasi, serta perbedaan cara pandang antar generasi.

Film ini dijadwalkan tayang pada 26 Februari 2026, dan digadang-gadang menjadi salah satu tontonan drama keluarga paling hangat menjelang Lebaran.

Melalui teaser trailer, penonton diajak mengenal kehidupan tiga bersaudara—Alya, Adam, dan Azzam—yang sama-sama tengah menghadapi masa sulit. Masalah finansial dan ambisi yang belum tercapai membuat hubungan mereka dengan orang tua menjadi penuh prasangka.

Bunda Mozza dan Ayah Akbar, yang bermaksud melindungi, justru dipandang sebagai sosok yang mengekang dan tidak peka terhadap kebutuhan anak-anaknya. Ketegangan ini menjadi inti konflik film.

Acha Septriasa menyebut kisah dalam film ini sangat manusiawi.

“Kita sayang orang tua, tapi terkadang tuntutan hidup membuat kita ‘buta’ sesaat. Di teaser ini, penonton bisa melihat betapa rumitnya komunikasi antara anak dan orang tua,” ungkapnya.

Di sisi lain, Meriam Bellina menilai karakter Bunda Mozza merepresentasikan banyak ibu di dunia nyata.

“Saya ingin penonton melihat bahwa di balik sikap seorang ibu yang terlihat menuntut, seringkali ada cinta yang tidak bersyarat,” katanya.

Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, film adaptasi novel Dono Indarto dan Zora Vidyanata ini dikemas dengan pendekatan emosional yang sederhana namun mengena.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa kisah ini bukan mengada-ada, tapi dekat dengan kehidupan sehari-hari,” tutur Hanny.

Film ini juga dibintangi Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis & Editor: Permadani T.