Tonggak Profesionalisme: Mahasiswa Keperawatan IHC STIKes Pertamedika Resmi Masuk Dunia Praktik
Bukan lagi mahasiswa biasa—187 calon perawat ini resmi siap terjun ke dunia klinik.
TRENDING NEWSEVENT


Jakarta, Fasamedia – Transformasi mahasiswa menjadi calon tenaga kesehatan profesional resmi dimulai. Sebanyak 187 mahasiswa IHC STIKes Pertamedika mengikuti prosesi Kepaniteraan dan Ucap Janji sebagai syarat memasuki tahap praktik klinik.
Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung Wanita Patra Pertamina Simprug dan diikuti oleh mahasiswa DIII dan S1 Keperawatan. Prosesi tersebut menjadi simbol kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia pelayanan kesehatan secara langsung.
Ketua PPNI DPD Jakarta Selatan, Ns. Iwan, menyampaikan bahwa profesi keperawatan kini memiliki peran vital dalam sistem kesehatan modern. Ia menekankan bahwa perawat bukan lagi sekadar pelaksana teknis, melainkan juga pengambil keputusan berbasis klinis.
“Perawat saat ini dituntut untuk berpikir kritis, adaptif, dan memiliki empati tinggi. Mereka adalah ujung tombak pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan global menuntut perawat untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pasien yang semakin kompleks.
Ketua IHC STIKes Pertamedika, Maryati, menegaskan bahwa institusinya telah menyiapkan mahasiswa melalui sistem pendidikan berbasis kompetensi dan nilai.
“Pendidikan kami tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter profesional yang berintegritas,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan 187 mahasiswa mencapai tahap ini merupakan hasil dari proses pendidikan yang terstruktur dan komprehensif.
Sementara itu, Ketua YPP, Dr. Asep Saifudin, menyebut kegiatan ini sebagai titik awal lahirnya generasi perawat yang menjunjung tinggi nilai AKHLAK. Nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara kolaboratif dan berorientasi pada pelayanan.
“Kami ingin mencetak perawat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Pembina YPP, dr. Lia G. Partakusuma, turut mengingatkan pentingnya etika dalam praktik keperawatan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus menjaga kepercayaan pasien sebagai prioritas utama.
“Memasuki dunia praktik berarti memegang tanggung jawab besar terhadap keselamatan dan kenyamanan pasien,” katanya.
Dukungan emosional juga datang dari orang tua mahasiswa. Awaliyah, perwakilan orang tua, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak-anak mereka.
Ia berharap para mahasiswa mampu menjadi perawat yang tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga penuh empati.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan keperawatan tidak hanya berorientasi pada ilmu, tetapi juga nilai kemanusiaan. IHC STIKes Pertamedika terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
