Tragedi Usai Sahur di Batang: Tiga Remaja Tewas Tersambar KA Argo Merbabu Saat Rekam Video di Rel

Tragedi memilukan terjadi di Batang usai sahur. Tiga remaja perempuan tewas tersambar Kereta Api Argo Merbabu saat diduga merekam video di sekitar rel, satu korban bahkan terseret hingga wilayah Pekalongan. Berikut kronologi lengkap dan keterangan warga setempat.

TRENDING NEWS

Redaksi Fasamedia

2/22/20262 min read

Dok. Istimewa

Batang, Fasamedia – Tragedi memilukan terjadi di wilayah Kedungmiri, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu pagi (21/02/2026). Tiga remaja perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar kereta api saat berada di sekitar perlintasan rel usai santap sahur.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 06.53 WIB di KM 81 jalur hilir antara Stasiun Batang dan Stasiun Pekalongan. Ketiga korban tersambar Kereta Api Argo Merbabu relasi Semarang–Gambir yang tengah melintas di jalur tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula ketika para korban bersama puluhan remaja lainnya berkumpul di sekitar rel kereta api untuk mengisi waktu pagi setelah sahur dan salat Subuh. Diduga, ketiganya tengah merekam video kedatangan kereta yang melaju dari arah barat menuju timur.

Namun di saat bersamaan, muncul kereta lain dari arah berlawanan, yakni dari timur ke barat, tepat di jalur tempat mereka berdiri. Karena fokus pada kamera dan suara kereta dari satu arah, ketiganya tidak menyadari datangnya kereta dari belakang. Tabrakan pun tak terhindarkan.

Benturan keras tersebut menyebabkan dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya terseret kereta hingga kurang lebih tiga kilometer dari titik awal kejadian. Tubuh korban dilaporkan sempat tersangkut di bagian depan bodi kereta dan terbawa hingga wilayah Pekalongan sebelum akhirnya kereta dihentikan untuk proses evakuasi.

Adapun ketiga korban diketahui berinisial AP (16), AF (15), dan IS (15). Mereka merupakan warga Kampung Sebuntu Kedungmiri RT 03/03, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang.

Ketua RT setempat, Yulianto, menuturkan bahwa ketiga korban memang terlihat bermain di sekitar perlintasan rel usai salat Subuh bersama puluhan remaja lainnya.

“Ketiganya bermain di perlintasan kereta usai sholat Subuh tadi, bersama puluhan remaja lainnya,” ujar Yulianto.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berhamburan ke lokasi setelah mendengar suara benturan dan teriakan histeris. Aparat kepolisian bersama petugas terkait segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

Jenazah ketiga korban kemudian dibawa untuk proses pemulasaraan sebelum akhirnya dimakamkan secara bersamaan pada Sabtu sore. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana duka yang mendalam, dihadiri keluarga, kerabat, serta warga sekitar.

Tragedi ini menjadi pengingat keras akan bahaya beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Area rel merupakan zona terbatas yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas umum, apalagi untuk bermain atau membuat konten video. Kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak dapat berhenti secara mendadak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian. Warga diimbau untuk lebih waspada dan tidak berada di sekitar rel kereta api demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Penulis dan Editor: Permadani T.