Transformasi Total Iqbaal Ramadhan untuk Operasi Pesta Copet, Rela Berjemur Dua Bulan demi Peran Copet Amatir

Transformasi total dilakukan Iqbaal Ramadhan demi memerankan Ijal di film Operasi Pesta Copet. Aktor tersebut rela menurunkan berat badan, menggelapkan kulit, hingga memanjangkan kumis agar tampil lebih autentik.

FILM

Redaksi Fasamedia

7/6/20263 min read



Jakarta, Fasamedia – Aktor Iqbaal Ramadhan kembali menunjukkan totalitasnya dalam berakting melalui film drama komedi terbaru Operasi Pesta Copet. Demi menghidupkan karakter Ijal, seorang copet amatir yang hidup di kawasan pinggir rel kereta api, Iqbaal rela menjalani transformasi fisik ekstrem, mulai dari menurunkan berat badan hingga berjemur setiap hari selama dua bulan agar kulitnya tampak lebih gelap.

Perubahan penampilan tersebut mulai diperlihatkan kepada publik melalui perilisan official poster Operasi Pesta Copet yang dirilis rumah produksi Imajinari. Dalam poster itu, Iqbaal tampil jauh berbeda dari citra yang selama ini melekat padanya. Rambut berantakan, kumis yang dibiarkan memanjang, serta pakaian lusuh membuat sosok Ijal tampak benar-benar menyatu dengan kehidupan masyarakat kelas bawah di ibu kota.

Bukan hanya Iqbaal, poster tersebut juga menampilkan Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, dan Kawai Labiba sebagai Melodi. Keempatnya merupakan anggota geng copet amatir yang memiliki latar belakang kehidupan sulit sehingga nekat menyusun rencana besar untuk mencopet di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

Markas mereka digambarkan berada di dalam sebuah bus tua yang terbengkalai. Di balik para tokoh terlihat papan berisi strategi pencopetan dengan target uang mencapai Rp600 juta. Visual tersebut memberikan gambaran bahwa aksi pencopetan yang dilakukan bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil perencanaan yang matang.

Produser Ernest Prakasa mengatakan film ini sengaja dibuat bukan sekadar menghadirkan hiburan. Menurutnya, penonton juga akan memperoleh pengetahuan mengenai pola kerja para pelaku pencopetan sehingga bisa lebih waspada ketika berada di tengah keramaian.

"Copet bukan kejahatan spontan. Mereka punya cara kerja yang sistematis. Operasi Pesta Copet membongkar cara mereka beroperasi, dan ketika tahu bagaimana mereka bekerja, kita jauh lebih mudah menghindarinya. Film ini hiburan sekaligus bekal," ujar Ernest Prakasa.

Film ini diproduksi oleh Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator. Selain menjadi proyek kolaborasi tiga rumah produksi, Operasi Pesta Copet juga menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod di layar lebar. Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan turut duduk sebagai produser dalam proyek tersebut.

Edy Khemod menjelaskan bahwa film ini lahir dari keinginannya menghadirkan cerita tentang dunia festival musik dari perspektif yang berbeda. Selama ini festival musik identik dengan kemeriahan, penampilan musisi, dan antusiasme penonton. Namun, melalui Operasi Pesta Copet, ia mengajak penonton melihat sisi lain yang sering luput dari perhatian.

"Saat pertama kali saya datang dengan ide ini, sebenarnya yang menarik adalah saya bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional, namun kacamata sosiologisnya. Lewat film Operasi Pesta Copet, kita bukan hanya membahas musik Indonesia masa kini, tapi memotret juga permasalahan sosial di Indonesia," ungkap Edy Khemod.

Bagi Iqbaal Ramadhan, memerankan karakter Ijal menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang kariernya. Ia harus mengubah penampilan yang selama ini dikenal rapi menjadi sosok yang hidup dalam keterbatasan.
Iqbaal mengungkapkan dirinya harus berjemur selama dua jam setiap hari selama dua bulan. Selain itu, ia juga membiarkan kumisnya tumbuh lebih panjang untuk memperkuat karakter.

"Selama 2 bulan, saya harus berjemur setiap hari selama 2 jam. Itu untuk mengejar transformasi fisik karakter Ijal yang di filmnya tinggal area pinggir rel kereta api. Bukan cuma itu, saya juga harus manjangin kumis saya, yang jadinya seperti kumis lele," ujar Iqbaal sambil berseloroh.

Transformasi tersebut menjadi bukti keseriusan para pemain dalam membangun karakter yang autentik. Imajinari pun berharap penonton dapat merasakan kedekatan emosional dengan para tokohnya, meskipun mereka berprofesi sebagai pencopet.

Di balik cerita kriminal yang dibalut komedi, film ini juga mengangkat realitas sosial mengenai kesenjangan ekonomi, perjuangan hidup masyarakat perkotaan, hingga berbagai persoalan yang muncul di balik kemeriahan sebuah festival musik.

Sebagai rumah produksi, Imajinari memiliki rekam jejak yang kuat di industri perfilman Indonesia. Studio yang didirikan Ernest Prakasa dan Dipa Andika ini sukses melahirkan sejumlah film box office seperti Ngeri-Ngeri Sedap, Agak Laen, AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!, hingga Jatuh Cinta Seperti di Film-Film yang meraih penghargaan Film Terbaik pada Festival Film Indonesia 2024.

Melalui perpaduan komedi, drama, aksi, dan kritik sosial, Operasi Pesta Copet diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka perspektif baru tentang kehidupan masyarakat di balik hiruk-pikuk festival musik. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda