Urban Legend Alas Roban Hadir di Layar Lebar, Hadrah Daeng Ratu Tawarkan Teror Psikologis
Urban legend Alas Roban hadir di layar lebar. Film ini menawarkan teror psikologis dari mitos jalur angker yang dipercaya banyak pelintas.
FILM


Jakarta , Fasamedia — Kisah-kisah tentang Alas Roban telah lama hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Dari cerita sopir lintas kota hingga obrolan penumpang, jalur di Batang, Jawa Tengah ini kerap disebut sebagai ruang di mana logika sering kali kalah oleh rasa takut. Film Alas Roban mencoba menerjemahkan ketakutan tersebut ke dalam medium sinema.
Berbeda dari horor yang mengandalkan kejutan visual, film ini berangkat dari atmosfer dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Hutan rapat, jalan berliku, serta kabut yang turun tanpa aba-aba menjadi latar yang memperkuat rasa teror.
Sutradara Hadrah Daeng Ratu mengatakan Alas Roban dipilih karena menyimpan lapisan cerita yang kuat. “Alas Roban menyimpan banyak sejarah dan misteri. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa,” kata Hadrah.
Menurutnya, mitos di kawasan tersebut tidak berhenti pada pengalaman sesaat. “Banyak yang menemukan hal-hal gaib dan mistis saat melewati, bahkan setelahnya,” ujarnya, menegaskan bahwa ketakutan kerap terbawa hingga keluar dari kawasan hutan
Film ini mengadaptasi berbagai larangan mistis yang sudah akrab di telinga masyarakat, seperti larangan melintas tengah malam, tidak berhenti di warung pinggir jalan, hingga tidak menoleh ke spion saat merasa ada yang mengikuti. Larangan-larangan tersebut membentuk tekanan psikologis yang menjadi inti cerita.
Ketegangan dalam film juga diperkuat melalui karakter dan konflik yang terasa personal. Taskya Namya mengungkap bahwa perubahan perilaku Gendis menjadi titik krusial cerita. “Saat Gendis mengajak main petak umpet, ekspresinya tidak seperti Gendis yang ia kenal,” ujarnya, menggambarkan rasa curiga yang perlahan berubah menjadi ketakutan.
Diproduksi oleh Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, Alas Roban menghadirkan jajaran pemain papan atas seperti Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Imelda Therinne, dan Fara Shakila. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 15 Januari 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis & Editor: Permadani T.
