Waspada! Penipuan Pajak Lewat Email dan APK Palsu Nyaris Jerat Korban
Panggilan dari “kantor pajak” ternyata jebakan. Satu aplikasi palsu bisa membuka akses penuh ke ponsel dan rekening Anda.
TRENDING NEWS


Dok. Sarah Limbeng
Tangerang, Fasamedia – Modus penipuan berkedok instansi pajak kembali memakan korban nyaris. Sarah, seorang warga, mengalami kejadian mengejutkan saat hampir kehilangan akses ke rekening pribadinya akibat trik penipu yang semakin canggih.
Kejadian bermula dari panggilan tak biasa yang masuk ke ponselnya melalui email. Nama pengirim yang digunakan pelaku terlihat resmi, yakni “Kantor PPP Pratama”, yang sekilas menyerupai lembaga pajak resmi.
“Saya kaget, karena email itu baru dan belum pernah saya bagikan ke siapa pun,” kata Sarah.
Rasa penasaran membuatnya sempat membuka panggilan tersebut. Namun, ia segera menutupnya. Tak berselang lama, pelaku justru menghubunginya kembali melalui telepon biasa.
Dengan nada profesional, pelaku menyampaikan bahwa Sarah diwajibkan hadir ke kantor pajak pada tanggal 23 April 2026 pukul 10.00 WIB. Ia diminta membawa sejumlah dokumen penting, termasuk nomor antrean.
Ketika Sarah mempertanyakan prosedur pengambilan nomor antrean, pelaku mengarahkan komunikasi ke WhatsApp. Di sana, Sarah diberikan tautan menuju situs yang meminta dirinya mengunduh aplikasi khusus.
Tanpa disadari, aplikasi tersebut merupakan file APK yang tidak berasal dari platform resmi. Ini merupakan salah satu ciri umum penipuan digital yang bertujuan menyusupkan malware ke perangkat korban.
Situasi semakin mencurigakan saat aplikasi meminta Sarah memasukkan PIN pribadi dan mengaktifkan perekaman layar.
“Di situ saya langsung berpikir, ini tidak masuk akal. PIN kok harus direkam,” ujarnya. Sarah pun menghentikan proses tersebut sebelum terlambat.
Pakar keamanan siber menyebut modus ini berbahaya karena memungkinkan pelaku mengendalikan perangkat korban. Dengan akses tersebut, pelaku dapat melihat aktivitas layar secara langsung, mencuri OTP, hingga mengambil alih akun perbankan digital.
Kasus yang dialami Sarah menambah daftar panjang penipuan yang memanfaatkan nama instansi pemerintah. Pelaku biasanya memanfaatkan kepanikan korban agar mengikuti instruksi tanpa berpikir panjang.
Sarah mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap komunikasi yang meminta data pribadi atau mengarahkan instalasi aplikasi di luar Play Store atau App Store.
“Jangan pernah asal klik link atau instal aplikasi dari sumber tidak jelas,” tegasnya.
Ia juga membagikan langkah antisipasi jika sudah terlanjur mengunduh aplikasi mencurigakan, seperti menghapus aplikasi, mengecek izin akses, serta melakukan reset perangkat. Fenomena ini menjadi bukti bahwa kejahatan siber semakin berkembang dan menargetkan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, kesadaran dan edukasi digital menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Editor: Permadani T.
