“Yang Kembali Pulih” Jadi Suara Perlawanan Float terhadap Keraguan, Hadir di EP “Constant Changes”

Lewat “Yang Kembali Pulih”, Float menghadirkan suara tentang keberanian menghadapi luka dan keraguan. Single ini menjadi bagian penting dari EP Constant Changes yang lahir dari proses panjang pasca-pandemi.

ENTERTAINMENT

Redaksi Fasamedia

10/4/20262 min read

Jakarta, Fasamedia — Luka sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan. Namun bagi Float, luka justru dapat menjadi bagian dari proses seseorang menemukan kekuatannya. Gagasan tersebut menjadi napas utama dalam single terbaru “Yang Kembali Pulih”, yang dirilis bersamaan dengan EP Constant Changes.

Float menghadirkan “Yang Kembali Pulih” bukan sebagai lagu yang hanya menemani seseorang ketika berada dalam titik terendah. Lagu tersebut dirancang sebagai pengingat bahwa masa sulit bukan akhir dari perjalanan. Ada proses panjang yang harus dilewati sebelum seseorang benar-benar mampu kembali berdiri.

Melalui musiknya, Float membawa semangat untuk merangkul luka sekaligus menghadapi rasa takut dan keraguan. Pesan tersebut berkaitan erat dengan proses penciptaan lagu yang menjadi salah satu pondasi awal EP Constant Changes.

Vokalis sekaligus penulis lagu Float, Hotma “Meng” Roni Simamora, menyebut karya tersebut digarap dalam periode transisi setelah pandemi pada 2023. Namun, ide awalnya telah muncul lebih jauh sebelumnya.

“Berangkat dari kata ‘bilur’ atau bekas luka, luka yang dibasuh iman justru menyimbolkan kekuatan. Bermodal percaya, masa terpuruk terbukti bikin kita makin kuat bangkit. Kecemasan nggak boleh jadi rintangan. Lagu ini mebawa spirit untuk berani menerjang badai,” ungkap Meng.

Konsep tersebut membuat “Yang Kembali Pulih” memiliki karakter yang tidak hanya reflektif, tetapi juga penuh energi. Float mencoba menerjemahkan perjalanan emosional manusia ke dalam komposisi musik yang memiliki dinamika.

Proses tersebut terlihat dari cara setiap personel membangun bagian masing-masing. Pada bass, Binsar Tobing mengembangkan materi awal yang berasal dari Voice Note Meng pada 2021. Ia kemudian memilih pendekatan minimalis tetapi tetap bertenaga.

“Lagu ini berawal dari Voice Note Meng di tahun 2021, dan di sini gue bereksperimen rekam bass dengan pendekatan minimalis namun bertenaga agar fondasi lagunya terasa kokoh menghantam keraguan,” jelas Binsar.

Bagian drum juga menjadi elemen penting dalam menerjemahkan pesan lagu. Timur Segara mengungkapkan bahwa proses rekaman sempat berlangsung cukup panjang. Aransemen awal menghadirkan nuansa megah, tetapi pukulan drum pada take pertama dianggap terlalu liar.

Alih-alih menjadi kelemahan, karakter tersebut akhirnya justru dipandang sesuai dengan tema lagu. Menurut Timur, proses seseorang untuk pulih tidak pernah benar-benar sederhana.

“Proses rekamannya cukup panjang. Waktu awal rekaman, aransemennya ngasih vibe megah banget. Begitu lirik dari Meng jadi, pukulan drum di take awal sempat dinilai terlalu liar. Tapi kita sepakat proses ‘kembali pulih’ dari sebuah luka itu kan nggak instan; ada sebuah proses berdarah-darah, perjuangan, dan gejolak emosi di sana,” cerita Timur.

Ketegangan emosional tersebut kemudian diseimbangkan dengan permainan gitar Davin Qlintang. Ia menyebut isian gitar pada EP Constant Changes banyak menyesuaikan ritme, tema, serta pola dari masing-masing lagu.

Untuk “Yang Kembali Pulih”, pendekatan gitar diarahkan mengikuti karakter aransemen yang sudah dibangun. Hasilnya, lagu tersebut terasa membawa semangat optimisme yang sesuai dengan pesan utamanya.

“Isian gitar gue di EP kali ini yang pasti hampir semuanya ikut atau menyesuaikan dengan ritme, tema, lalu pattern di setiap bentuk lagunya. Dan khususnya di lagu YKP (Yang Kembali Pulih) itu isiannya juga sudah kelihatan utuh ya, semangat, optimis. Jadi, gue mengikuti di pattern atau ritme di aransemen lagu itu,” tegas David.

Di luar perilisan musik, Float juga mempertemukan karya terbaru mereka dengan para pendengar melalui Float to Nature. Acara tersebut menjadi ruang interaksi bagi Floatmates sekaligus perayaan perilisan EP Constant Changes.

Berlangsung selama tiga hari dua malam di ruang terbuka, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada Floatmates untuk memperoleh kaset fisik EP terbaru Float.

Constant Changes sendiri memuat empat lagu, yaitu “Yang Kembali Pulih”, “Emily”, “Dimabuk Cahaya”, dan “The Mirror Song (Constant Change)”.

Kini, EP Constant Changes dan “Yang Kembali Pulih” telah tersedia di seluruh platform digital streaming di Indonesia.

Lewat karya terbaru ini, Float seolah mengajak pendengar untuk melihat luka dari sudut pandang berbeda. Luka tidak harus menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, pengalaman sulit dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk tumbuh lebih kuat dan berani menerjang badai.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Informasi

Berita, event, kuliner, entertainment terkini

Masukkan alamat email anda